Breaking News:

Terdakwa Korupsi Dana Bos SD 79 Palembang Hadirkan Saksi Meringankan, JPU : Justru Kuatkan Dakwaan

Nurmala Dewi, terdakwa kasus korupsi Dana BOS SD 79 Palembang menghadirkan saksi meringankan dalam persidangan di PN Palembang, Kamis (25/11/2021)

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Azwir Ahmad
Sripoku.com/ Chairul Nisyah
Nurmala Dewi, mantan Kepala Sekolah SD N 79 Palembang, terdakwa kasus dugaan korupsi Dana BOS,menjalani sidang di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (25/11/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Oknum mantan Kepala Sekolah SD N 79 Palembang, terdakwa kasus dugaan korupsi Dana BOS, Nurmala Dewi kembali jalani sidang di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (25/11/2021).

Dalam sidang secara tatap muka diketuai oleh hakim Mangapul Manalu SH MH ,  terdakwa Nurmala Dewi menghadirkan saksi meringankan (Ade Chad), bernama Veroza yang merupakan guru di SD 79 Palembang, Kamis,(25/11/2021).

Dalam keterangannya dihadapn majelis hakim, saksi Veroza mengatakan dirinya melihat terdakwa mengambil sejumlah uang dari Bank, bersama tiga orang lainnya. 

"Saat itu saya ikut dengan bu Nurmala Dewi (Terdakwa) dan tiga orang lainnya yakni Jumiah, Endang dan  Yulianiza, meng ambil sejumlah uang pencairan dana Bosnas," ujar saksi.

Saat ditanya majelis hakim, dari mana saksi Veroza tahu bahwa uang yang diambil di bank itu adalah Dana Bosnas.

Saksi menjawab dirinya tahu hal tersebut pada saat terdakwa dan ketiga temannya bercerita.

"Mereka waktu itu bercerita satu sama lain. Lalu keempatnya menghadap meja kasir bank, saya liat dari jauh saja," jelas saksi. 

Ditemui usai sidang, JPU Pidsus Kejari Palembang, Hendy Tanjung SH, mengatakan jika keterangan saksi justru menguatkan dakwaan pihak JPU.

"Jelas keterangan saksi tadi, mendukung dakwaan penuntut umum, meskipun saksi itu dihadirkan sebagai saksi meringankan dari pihak terdakwa," ujar Hendy.

Hendy menambahkan dari keterangan saksi itu, semakin memperkuat dugaan bahwa adanya pencairan Dana BOS di SD N 79 Palembang untuk triwulan ketiga oleh terdakwa.

"Nyatanya uang itu tidak diserahkan sepenuhnya oleh terdakwa, hanya beberapanya saja, itulah seperti yang dikatakan ahli disidang, serta dakwaan penuntut umum menjadi kerugian negara," ujar Hendy.

Sementara, terkait adanya dugaan aliran dana yang disinyalir turut diterima pihak lain selain terdakwa, Hendy mengatakan itu nanti dalam pembuktian persidangan selanjutnya, dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Untuk diketahui, terdakwa Nurmala Dewi diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Bos SD N 79 Palembang, tahun anggaran 2019, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 450.000.000,- 

Atas perbuatannya, tersangka ND dikenakan pasal 2 atau pasal 3 Jo pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved