Breaking News:

Pihak Ketiga Pengelola Pasar Kuto Palembang Ragukan Status P3KP, 'Benar Mereka Perwakilan Pedagang?'

Pengelola Pasar Kuto Palembang, kembali angkat bicara terkait desakan beberapa orang yang mengatasnamakan Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang.

Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Direktur PT Ganda Tahta Prima (GTP), Budi Sulistiyani. 

"Terkait penundaan renovasi yang terakhir kali dilaksanakan pada 2019 sebelum pandemi. Karena saat ini Pemkot Palembang bakal meng-evaluasi perihal perjanjian BOT terkait pengelolaan Pasar Kuto yang telah berlangsung sejak 2013 silam," tegasnya. 

Selama kurun 2013 sampai saat ini, PT GTP, aku Yeyen juga telah beberapa kali melaksanakan renovasi.

Dananya didapatkan dari retribusi dari pedagang yang setiap harinya dipungut Rp11 ribu per kios atau los pasar.

Yang hasilnya diperuntukkan untuk pengelolaan kebersihan, keamanan, dan disetorkan untuk PAD Pemkot Palembang melalui Perumda Pasar Palembang Jaya.

Sebelumnya, puluhan pedagang yang mengatasnamakan dirinya dari Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang (P3KP), kembali melakukan aksi agar pengelolaan pasar Kuto Palembang kembali ke PD Pasar Jaya Palembang.

Dalam aksinya terbaru, Sabtu (20/11/2021) pedagang yang ada membentangkan spanduk menolak keras pengelolaan pasar Kuto saat ini, yang sejak 2013 lalu dibawah naungan PT Gandha Tata Prima (GTP).

Menurut ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang Alex Syamsudin, para pedagang yang ada menilai, jika pengelolaan masih dibawah GTP menjadikan tidak ada kejelasan apalagi akan dialihkan ke pihak lain.

"Satu bulan lalu kami ke PD Pasar Jaya, jika pasar Kuto akan di BOT kan lagi, bukam pihak GTP lagi, dan sekarang para pedagang sudah resah," ucap Alex, seraya tak menutup kemungkinan nantinya para pedagang akan terusir seperti di Pasar Cinde saat inu.

Diakuinya, jika selama pengelolaan Pasar Kuto oleh PT GTP, pasar Kuto ini tempatnya menjadi kumuh, atau tak teurus. Selain itu, pihaknya menilai PT GTP diibaratkan sebuah wayang yang digerakan oleh dalangnya.

"Pasar Kuto tempatnya kumuh sejak dikelolah PT GTP, jadi kami minta dikembalikan pengelolaannya dikembalikan ke PD Pasar Jaya Palembang," terang Alex disambut teriakan para pedagang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved