Breaking News:

Pihak Ketiga Pengelola Pasar Kuto Palembang Ragukan Status P3KP, 'Benar Mereka Perwakilan Pedagang?'

Pengelola Pasar Kuto Palembang, kembali angkat bicara terkait desakan beberapa orang yang mengatasnamakan Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang.

Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Direktur PT Ganda Tahta Prima (GTP), Budi Sulistiyani. 

Penulis: Arief

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - PT Ganda Tahta Prima (GTP) selaku pihak ketiga yang ditugasi sebagai pengelola Pasar Kuto Palembang, kembali angkat bicara terkait desakan beberapa orang yang mengatasnamakan Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang (P3KP).

Desakan tersebut adalah meminta Perumda Pasar Palembang Jaya mengambil alih pengelolaan Pasar Kuto akhir pekan lalu yang dinilai tidak mendasar dan mewakili para pedagang yang ada.

Direktur PT Ganda Tahta Prima (GTP), Budi Sulistiyani, mengatakan pihaknya sedikit meragukan apakah benar paguyuban tersebut perwakilan dari pedagang di Pasar Kuto.

"Karena, sebelum mereka melakukan aksi, kami juga sudah lebih dulu mengundang perwakilan pedagang, mereka menegaskan tidak tahu menahu terkait aksi yang mengatasnamakan paguyuban pedagang tersebut," kata Budi Sulistiyani, Kamis (25/11/2021). 

Menurut Yeyen, panggilan akrab Budi Sulistiyani, sebelum akhirnya melakukan aksi demo dengan mengajak serta awak media, P3KP telah beberapa kali mencoba mencari simpati pedagang dengan membentangkan spanduk bernada provokasi.

Tapi, pedagang tetap tak bergeming dengan ajakan tersebut, bahkan saat ini sepengetahuan dirinya pedagang yang ikut paguyuban ini tinggal tersisa 15-20 pedagang dari total sekitar 230-an pedagang yang menggelar dagangannya di Pasar Kuto.

"Lucunya lagi, di awal terbentuknya P3KP di tahun 2013, tuntutan mereka menolak pembangunan Pasar Kuto karena tak ingin di relokasi.

Namun, saat ini tuntutannya berbanding terbalik 180 derajat, meminta Pemkot Palembang mengambil alih pengelolaan Pasar Kuto dan minta agar pasar tersebut dilakukan perbaikan," bebernya.

Tak hanya kepada para pedagang, Yeyen mengaku pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Perumda Pasar Palembang Jaya, dan jawabannyapun sama, tidak mengetahui perihal aksi yang mengatasnamakan pedagang tersebut. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved