Breaking News:

Berita Sriwijaya FC

Herman Deru Tegaskan Sriwijaya FC tak Gentar Hadapi Tim Milik Anak Presiden

Bertanding untuk bersanding itu artinya bertanding sesportif mungkin. Siapapun nantinya yang menang dan yang kalah akan tetap bersanding

Editor: Odi Aria
TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai awak media. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim Sriwijaya FC asuhan Nil Maizar dipastikan melenggang ke grup X babak perempat final atau delapan besar Liga 2 Indonesia 2021.

Dimana grup X babak delapan besar Liga 2 Indonesia, bisa dikatakan sebagai grup neraka.

Sebagai mana diketahui Persatuan Sepak Bola Indonesia Surakarta adalah salah satu klub sepak bola di Indonesia asal Kota Surakarta/Kota Solo.

Pemilik klub ini Kaesang Pangarep yang merupakan putra Presiden Jokowi dan Erick Thohir yang merupakan Menteri BUMN.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru mengaku Laskar Wong Kito tak gentar menghadapi tim bertabur bintang dan siap bersaing menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Bertanding untuk bersanding itu artinya bertanding se sportif mungkin.

Siapapun nantinya yang menang dan yang kalah akan tetap bersanding," ujar pembina Sriwijaya FC ini saat ditemui di Griya Agung Palembang, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya, para punggawa Sriwijaya FC harus bermain dengan penuh semangat dan bertanding dengan penuh sportifitas.

Sebagai tim kebanggan Wong Sumsel, diharapkan Sriwijaya FC dapat memberikan penampilan terbaiknya dan membawa harum nama Bumi Sriwijaya.

"Para pemain harus semangat, tunjukkan kemampuan terbaik kalian di lapangan hijau," tegas Deru.

Sementara itu, Pengamat Sepakbola Sumsel, Buyung Ismu mengapresiasi Tim Sriwijaya FC yang memastikan diri lolos ke babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2021 dengan menyandang juara grup A.

Di fase delapan besar nantinya, Laskar Wong Kito akan masuk di grup X yang disebut-sebut sebagai grup neraka. 

Dalam skemanya Laskar Wong Kito bakal berjumpa runner-up grup B (antara RANS Cilegon FC dan Persekat) yang sama-sama mengantongi 17 poin dari 9 kali bertanding. 

Kemudian rival SFC lainnya di grup X akan ada sang juara grup C dan runner-up grup D.

Untuk juara grup C berpeluang Persis Solo, sedangkan runner-up grup D berpeluang antara Kalteng Putra, Sulut United ataukah Persiba.

Menurut Buyung,tim Sriwijaya FC asuhan Coach Nil Maizar harus bisa enjoy menghadapi lawan-lawannya hingga bisa melaju ke babak semifinal dan tentunya target bisa naik kasta ke Liga 1.

"Semua tim kan itu berat, semua berpeluang, jadi tidak bisa kita ngomong memprediksi tim-tim lawan karena atmosfernya sudah berbeda suasananya berbeda,"

" ungkap Buyung Ismu mengawali ulasannya kepada Sripoku.com, Rabu (24/11/2021). 

Striker era Galatama 1990-1994 di Pelita Jaya dan Barito Putra ini mengatakan, di babak delapan besar ini semuanya berbeda karena ingin targetnya lolos ke empat besar kan. 

"Tidak ada pilihan, jadi bermainnya itu sudah semuanya dibilang masih mengeluarkan tenaga all out.

Kalau menurut saya kemarin ngomong sama Nil Maizar, tetap fokus aja dengan eksistensi yang ada sekarang ini yang mereka bermain namanya strategi paling tidak cara menurunkan pemain saja," kata Buyung. 

Belum lagi kata Buyung, bagaimana pemain yang punya karakter seperti ini untuk menghalangi tim lawan seperti ini.

Harus membaca tim lawan juga, apa kekuatannya, apa kelemahannya, tinggal membuat strategi siapa yang turun duluan, siapa yang turun belakangan paling tidak di situ saja. 

"Kalau seandainya dikatakan peluang, semua berpeluang."

Saya sampaikan juga, tetap fokus saja, perbaikan tim saja yang mungkin  kemarin di babak penyisihan mereka bermain seperti apa kelemahannya, kelebihannya.

Jangan hanya belajar dengan kelebihannya saja, tetapi belajar dengan kekurangannya juga," tegasnya.

"Kelebihan kita di sini, ditingkatkan. Kekurangan kita di sini, kita tingkatkan menjadi kekuatan."

"Kekuatan yang lebih itu untuk menutupi kelemahan yang ada, itulah strategi coach Nil akan melakukan itu," kata Buyung yang juga pelatih PSAD Palembang.

Buyung meyakini Nil Maizar sudah menyadari untuk tetap menjaga kebersamaan, jaga kekompakan, jaga juga motivasi.

Bisa menjaga motivasi itu kan bisa dikatakan motivasi itu adalah kepercayaan diri.

Terus keinginan, motivasi itu menjadi emosi untuk menjadi pemenang. 

"Jadi jangan sampai mereka sekarang misalnya dikatakan kepercayaan diri tinggi jangan menjadi over confidence. Tapi tetap percaya diri dengan cara mengatur."

Merekalah yang mengatur seperti apa emosi  mereka tidak boleh terlalu tinggi dan juga tidak boleh turun," kata mantan asisten pelatih PS Semen Padang, pelatih divisi II ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved