Breaking News:

APBN Mengalir ke Sumsel Rp 21 Triliun, Realisasi Sudah 80,25 Persen, Empat Lawang Anggaran Terendah

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola oleh Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumsel

Editor: Welly Hadinata
IST
Tabel APBN Sumsel di 17 Kabupaten/Kota 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebelumnya Presdien Jokowi menyebutkan uang Pemda nganggur Rp 226 Triliun.

Untuk di Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola oleh Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumsel sebesar Rp 21.264.189.540.000.

"Untuk di Sumsel realisasi APBN per tanggal 25 November 2021 sebesar Rp 17.063.774.100.613 atau sebesar 80,25 persen dari pagu dana APBN yang dikelola," kata Kakanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumsel, Lydia Kurniawati Christyana, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya, untuk sisa kontrak yang akan dilakukan pencairan hingga akhir tahun anggaran tercatat per 25 November 2021 senilai Rp 964.724.529.046 atau senilai 4.54 persen dari pagu dana APBN.

"Berdasarkan data yang ada penyerapan terendah pada Kabupaten Empat Lawang dengan persentase sebesar 73,36 persen dengan data sisa pembayaran kontrak sebesar Rp 753.785.820," katanya.

Lydia menjelaskan, penyebab rendahnya serapan tersebut di kontribusi rendahnya serapan pada kantor pertanahan. Karena ada kegiatan penyusunan data tanah, yang pekerjaannya saling berkaitan dengan pekerjaan level wilayah (provinsi) dan melibatkan pihak ketiga serta masyarakat.

Lalu terkendala PPKM beberapa waktu lalu dan lambat akselerasinya. Saat ini sedang proses konsolidasi dan koordinasi antar kantor pertanahan dengan BPN Provinsi.

Ketika ditanya masih banyak anggaran yang belum terserap menurut Lydia, tidak semua bagian anggaran serapannya rendah, rata-rata serapan sudah mencapai 80,25 persen. Bagian Anggaran yang serapan terendah di Kementerian Agraria dan Tata Ruang /BPN.

Menurutnya, untuk belanja modal, sifatnya kontraktual, on progress dan dicairkan sesuai termin-termin dalam kontrak yang sebagian besar jatuh di akhir Desember.

Proses refocusing di awal tahun anggaran yang terus berlanjut pada periode-periode berikutnya juga berdampak pada perencanaan kegiatan yang harus disesuaikan dan memerlukan waktu penyesuaian-penyesuaian.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved