Breaking News:

Berita Palembang

Satu Keluarga Dituntut 10 Tahun Penjara Gara-gara Bisnis Sabu, Ada Oknum Perawat RS Pelat Merah

Satu keluarga yang menjalankan bisnis narkoba jenis sabu dituntut 10 tahun penjara.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Oknum perawat (tengah, baju oranye) bersama anggota keluarganya ditangkap karena diduga menjalani bisnis narkoba. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Empat terdakwa kasu narkotika jenis sabu, Debi Destiana (27), Mat Arif alias Mat Geplek (52), Faridah alias Cicik Idah (56), dan terdakwa Marselia (40), dituntut oleh JPU dengan hukuman 10 tahun penjara.

Ditemui di luar ruang sidang, JPU Ursula mengatakan jika keempat terdakwa dinyatakan telah melanngar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009, tentang narkotika.

"Dan kami menuntut keempat terdakwa dengan hukuman yang sama. Yakni hukuman 10 tahun penjara, denda 1 miliar, subsidair 6 bulan," ujarnya, Rabu (24/11/2021).

Atas tuntutan tersebut melalui kuasa hukumnya, Desmon Simanjuntak SH MH, keempat terdakwa pada agenda sidang selanjutnya akan mengajukan pledoi.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, diketahui Debi Destiana (27) merupakan oknum perawat disalah satu rumah sakit pemerintah di Kota Palembang.

Pada pemberitaan sebelumnya, disebutkan Debi Destiana (27), Mat Arif alias Mat Geplek, (52) Faridah alias Cicik Idah (56) dan Marselia (40) yang masih merupakan satu keluarganya.

“Kami tangkap oknum dan anggota keluarga lainnya setelah lebih dulu menangkap tersangka Mat Geplek,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi, saat dikonfirmasi, Senin (21/6/2021).

Menurut Andi Supriadi masing-masing pelaku memiliki peran berbeda.

Pelaku Cik Idah yang memang merupakan residivis narkoba sudah tiga kali keluar masuk penjara.

Barang haram tersebut milik Mat Geplek ini disimpan di dalam rumah keponakan bernama Marselia dan mendapat upah setiap harinya Rp100 ribu.

“Sabu-sabu ini disimpan di atas genteng rumahnya di lantai 2,” ujar, Andi.

Sementara untuk mengendalikan transfer uang dalam bisnis ini dikendalikan oleh Debi Destiana yang merupakan oknum perawat di salah satu rumah sakit milik pemerintah.

Lanjutnya, menurut keterangan pelaku bahwa bisnis ini dilakukan sudah lama.

Lalu, jaringan keluarga mulai dari anak, ponakan dan om. Debi sendiri melakukan transaksi uang kepada bandar besar.

Barang bukti yang diamankan berupa dua bungkus plastik bening berisi Sabu seberat 15,54 gram, 1 buah timbangan digital, uang tunai Rp 2,4 juta, 3 unit handphone, 1 buah dompet.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved