Breaking News:

Napi Teroris di Lubuklinggau Bebas, Pernah Tolak Remisi dan Tak Akui Indonesia Serta Pancasila

seorang napi teroris di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) akhirnya dinyatakan bebas murni.

Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Wahyu Widada seorang napi teroris di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) akhirnya dinyatakan bebas murni.  

Penulis: Eko

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Wahyu Widada, seorang napi teroris di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) akhirnya dinyatakan bebas murni.

Napi teroris Lapas Lubuklinggau ini bebas murni setelah masa hukumannya selama lima tahun.

Dia masuk ke Lapas Kelas IIA Lubuklinggau sejak 15 Desember 2018 setelah diantarkan petugas Lapas Bogor.

Selama masa penahanan, Wahyu tidak pernah mendapat remisi karena Wahyu Widada enggan mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak segala bentuk paham nasionalis dan Pancasila.

Kalapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto, melalui Kasubsi Registrasi, Aan Anton, menyampaikan Wahyu Widada masuk dari tahun 2016 dan putusan pengadilan tahun 2017.

"Terakhir pindahan dari lapas Bogor kemudian dipindahkan ke Lapas Lubuklinggau, jadi hanya menjalani sisa tahanan," ungkapnya pada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Selama menjalani masa tahanan Wahyu Widada sempat ingin diajukan mendapat remisi namun menolak dan tetap tidak mengakui NKRI sebagai negara Republik Indonesia.

"Selama disini saya selaku pamongnya (pengasuh/penanggung jawab) dia (Wahyu) tidak ada kegiatan lain, termasuk semua kegiatannya dilakukan di kamar, termasuk sholat di kamar saja," ujarnya.

Kemudian selama berada dalam Lapas yang mengunjunginya hanya satu orang yakni Agus, temannya itu datang satu bulan satu kali, mengantar makanan minuman dan minyak wangi.

"Yang mengunjunginya itu hanya satu orang itu, ngantar makanan, minuman dan minyak wangi," ungkapnya.

Bahkan, ia mengungkap saking tertutupnya ketika ada kunjungan Intel Kodim 0406 Lubuklinggau keduanya sempat berdebat dan beradu argumen.

"Setau saya disini ada kunjungan dari kasi intelek Kodim mau melihat dan berbicara dengan dia (Wahyu) keduanya saling membantah," ujarnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved