Breaking News:

Berita Palembang

Diduga Tak Terima Hubungan Berakhir, Pria di Palembang Sebar Video Syur 12 Detik Mantan Kekasihnya

Ditangkapnya pelaku atas laporan korban berinisial APS (21) atas perbuatan asusila matan pacarnya tersebut yang terjadi pada 24 Agustus 2021 lalu seki

Editor: Odi Aria
Sripoku.com/ Andi Wijaya
Dicky Pirmansyah (21), pelaku penyebar video syur mantan kekasih. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Diduga tak terima hubungan percintaannya kandas, membuat Dicky Pirmansyah (21) nekat menyebarkan video syur mantan pacarnya ke sosial media.

Lantaran ulahnya, menyebarkan video syur mantan kekasihnya sendiri, warga Jalan Perikanan IV, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning Palembang harus diamankan anggota Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang dikediamannya, Selasa (23/11) sekitar pukul 21.00

Ditangkapnya pelaku atas laporan korban berinisial APS (21) atas perbuatan asusila matan pacarnya tersebut yang terjadi pada 24 Agustus 2021 lalu sekitar pukul 16.30.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa atas ulanya menyebar luaskan video syur mantan kekasihnya sendiri membuat pelaku diamankan dan harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya.

Baca juga: Viral Video Garut, Video Syur 19 Detik, Perempuannya Nangis Lihat Kelakuan Pacar, Berawal IG Dihack

"Usai mendapatkan laporan dari korban, anggota kita melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku.

Dari keterangan pelaku sendiri ke anggota kita kalau menyebarkannya ke kerabat hingga keluarga korban melalui Facebook milik korban sendiri," katanya, Rabu (24/11) kepada Sripoku.com.

Ia menjelaskan, bahwa akun Facebook korban sudah di kuasai pelaku sejak tiga tahun terakhir ini.

Baca juga: Viral Video Garut, Video Syur 19 Detik, Perempuannya Nangis Lihat Kelakuan Pacar, Berawal IG Dihack

Korban mendapatkan informasi dari temannya Widya Nurna Ningsih kalau video syur korban berdurasi 12 detik telah tersebar melalui akun Facebook korban yang dibajak pelaku.

"Atas ulahnya kita jerat pelaku ini dengan pasal 27 ayat 1 dan pasal 30 ayat 1 undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved