Berita Viral
Erick Thohir Sentil Pertamina Soal Pungutan Rp 2.000 Kencing, Penjaga Toilet Teriak : Jangan Dong
Sebuah celotehan terkait pungutan RP 2.000 saat kencing di Toilet SPBU Pertamina viral di media sosial.
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM -- Sebuah celotehan terkait pungutan RP 2.000 saat kencing di Toilet SPBU Pertamina viral di media sosial.
Menurut pengunggah, tarif buang air kecil sebesar Rp 2.000 dapat membuat SPBU mengeruk keuntungan yang lebih besar di samping bisnis utamanya menjual bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, uang "toilet" yang dibayarkan itu bukanlah uang sukarela belaka.
"KITA BICARA PUNGLI Rp.2000. DI TOILET SPBU kok malah loe bilang SEDEKAH IKHLAS 2000. LOE MASIH WARAS KAN. GAWAT BRO...!!! katanya pembayaran 2000 di TOILET SPBU. secara sukarela. tapi ketika saya gak bayar. tiba tiba KASIR TOILET SPBU memanggil saya....Pak...Bapak belum bayar 2000. Apa ini yg dikatakan suka rela," tulis pemilik akun.
Aksi pungutan Rp 2.000 untuk kencing di toilet SPBU membuat Jajaran PT Pertamina mendapat sentilan dari Mmenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Erick Thohir pun geram dan mendatangi salah satu SPBU untuk mengecek langsung, usai salah satu warganet di media sosial Facebook yang menyebut tagihan itu sebagai pungutan liar (pungli) dan tidak bersifat sukarela.
Padahal, Harusnya fasilitas yang disediakan di area SPBU itu gratis.
"Saya minta direksi Pertamina harus perbaiki, dan saya minta nanti seluruh kerja sama dengan pom bensin swasta yang di bawah Pertamina juga toiletnya enggak boleh bayar. Harus gratis," ujarnya seperti dikutip dalam postingan akun Instagram resminya @erickthohir, Senin (22/11/2021).
Saat dikonfirmasi, Corsec Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada semua pemilik SPBU untuk menggratiskan penggunaan toilet di SPBU.
Baik itu SPBU yang dimiliki penuh oleh Pertamina maupun yang bermitra dengan pihak swasta.
"Toilet merupakan salah satu bentuk layanan yang ada di SPBU," jelas Irto saat dikutip Kompas.com, Selasa (23/11/2021) pagi.
"Kami sosialisasikan kembali ke para pemilik SPBU untuk meningkatkan layanan ke masyarakat, tidak hanya layanan BBM namun juga termasuk memastikan ketersediaan toilet secara gratis dan memperhatikan kebersihan dan kenyamanannya," tambahnya
Dikutip dari Tribunotomotif, seruan ini mendapat penolakan dari petugas penjaga toilet SPBU
Satu di antaranya diutarakan oleh seorang penjaga toilet yang bertugas di sebuah SPBU Pertamina di kawasan Jakarta Selatan.
Dia mengaku penghasilannya bergantung dari pendapatan dari penggunaan fasilitas toilet yang diterima SPBU tersebut.
"Jangan digratisin dong, kalau digratisin mau bagaimana repot," ujarnya
Dia mengaku pendapatan yang diterimanya tidak seberapa, sebab penerimaan yang didapat dari fasilitas toilet juga harus dia setorkan kepada pemilik SPBU.
Setelah uang tersebut disetor, baru nantinya Yaya akan mendapatkan upah dari sisa setorannya tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/erick-thohir-yy.jpg)