Breaking News:

Buntut Laporan Seorang Ibu Karena Salah Tangkap, Bengini Tanggapan Pengacara Korban Penganiayaan

Tim kuasa hukum korban dugaan penganiayaan bernama Tipak Simanjuntak, yang berapa waktu lalu mengalami luka-luka akibat sabetan benda tajam

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Kuasa hukum korban penganiayaan dari Kantor Hukum Ikatan Advokad Batak (IKABA), Desmon Simanjuntak SH, Alfredo Sihotang SH serta Jontan Nober SH 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tim kuasa hukum korban dugaan penganiayaan bernama Tipak Simanjuntak, yang berapa waktu lalu mengalami luka-luka akibat sabetan benda tajam, yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda, angkat suara terkait pemberitaan di media sosial yang mengatakan jika ada oknum polisi salah tangkap.

Melalui kuasa hukumnya, dari Kantor Hukum Ikatan Advokad Batak (IKABA), Desmon Simanjuntak SH, Alfredo Sihotang SH serta Jontan Nober SH, mengatakan jika selaku kuasa hukum korban, justru mengapresiasi kinerja kepolisian khususnya Reskrim Polrestabes Palembang, yang telah melakukan penangkapan pada sejumlah pria terduga pelaku penganiayaan pada kliennya Tipak Simanjuntak.

Ditemui awak media di Pengadilan Negeri Palembang, Desmon didampingi dua rekannya, mengatakan jika tindakapan para petugas kepolisian sudah sangat tepat.

"Bermula dari pemeberitaan media online yang menyebutkan ada ibu-ibu datangi Polda Sumsel melaporkan dugaan petugas Polrestabes salah tangkap. Ibu-ibu keluarga atau kerabat dari terduga pelaku penganiayaan klien kami," ujar Desmon, Selasa (23/11/2021).

Menurut pihaknya sangat disayangkan tindakan dari para ibu-ibu itu yang menyebut petugas kepolisian Reskrimum Polrestabes salah tangkap.

"Justru petugas sudah melakukan hal tepat, dengan melakukan penangkapan pada para terduga pelaku. Karena pelapor bernama Tipak Simanjuntak yang merupakan klien kami tersebut adalah korban sebenarnya dan sangat membutuhkan keadilan," jelas Desmon.

Sembari memperlihatkan foto bukti korban dianiaya, Desmon menjelaskan kliennya tersebut merupakan korban penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang, dengan menderika luka sabetan benda tajam disekujur tubuh.

"Saat kami tanyakan pada klien kami yang menjadi korban, tidak ada permasalahan sebelumnya dengan para pelaku yang saat ini sudah diproses oleh penyidik," sebutnya.

Desmon menjelaskan kronologis peristiwa tersebut, berdasarkan keterangan kliennya dalam hal ini sebagai korban, dimana korban dan para pelaku tinggal di satu lingkungan berdekatan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved