Breaking News:

Antrean BBM Premium Hilang, Kini Warga Terganggu Dengan Antrean Truk Membeli Solar di SPBU

masyarakat mengeluhkan antrean panjang truk yang mau membeli BBM jenis solar menimbulkna kemacetan lalu lintas di kawasan SPBU.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Azwir Ahmad
Sripoku.com/Wawan Septiawan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN Antrean Truk : Tampak antrean panjang truk yang hendak mengisi BBM jenis solar di salah satu SPBU di Kota Pagaralam. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Dihapusnya pemasaran premium oleh pemerintah, maka pemadangan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium sudah tak terlihat lagi.

Namun dengan hilangnya antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis premium tidak berpengaruh terhadap kelancaran lalulintas di kawasan SPBU. Karena kemacetan justru berganti dengan panjangnya antrean truk yang hendak mengisi BBM jenis solar.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pengguna jalan dam warga sekitar. Pasalnya antrean truk sering menganggu arus lalu lintas serta menghalangi pintu masuk kerumah warga. Arus lalu lintas sering macet terutama dijalan lintas atau jalan protokol.

Melihat kondisi ini Kapolres Pagaralam AKBP Arief Harsono SIk MH melalui Kasat Lantas AKP Herman akan melakukan pengecekan kesejumlah SPBU di Kota Pagar Alam.

"Kita akan lakukan pengecekan di setiap SPBU di Pagar Alam. Hal ini untuk mengetahui jadwal solar masuk ke setiap SPBU agar nanti diminta petugas untuk mengatur lalulintas dikawasan SPBU agar tidak menganggu lalulintas," ujarnya.

Selain itu pihak Polres akan meminta SPBU untuk menyiapkan petugas mereka untuk mengatur antrean truk di SPBU. 

"Jangan sampai antrean kendaraan yang akan mengisi BBM membuat jalan menjadi macet. Jadi harus ada petugas yang mengaturnya," katanya.

Sementara itu Kepala Disperindagkop Kota Pagar Alam Dawam saat ditanya apakah pihak Pemkot sudah mengetahui penyebab banyaknya antrean truk di setiap SPBU tersebut.

"Kita belum tahu apa penyebabnya, dikabarkan memang ada pengurangan kuota solar untuk Pagar Alam. Namun untuk memastikan hal itu nanti kita akan mengecek langsung kesetiap SPBU apa penyebab antrean panjang truk tersebut," ungkapnya.(one)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved