Breaking News:

Berita OKU Timur

Latihan Tempur, Armed 1/SY/2 Kostrad Keluarkan Meriam dan Rocket Berdaya Tembak 300 Kilometer

Alutsista yang digunakan dalam latihan kali ini terdiri dari Meriam 76, Meriam 155 mm GS Caesar dan Roket MLRS Astros.

Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/ Edo Pramadi
Suasana latihan Latbakjatrat di Puslatpur Martapura, Kabupaten OKU Timur, Senin (22/11/2021). 

Penulis : Edo Pramadi

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -Mengerahkan Alutsista canggih, Resimen Armed 1/SY/2 Kostrad melaksanakan kegiatan latihan menembak senjata berat (Latbakjatrat) terintegrasi satuan Batalyon dan jajarannya di Puslatpur Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Senin (22/11/2021).

Alutsista yang digunakan dalam latihan kali ini terdiri dari Meriam 76, Meriam 155 mm GS Caesar dan Roket MLRS Astros.

Roket MLRS Astros merupakan Alutsista tercanggih yang dimiliki Korps Artileri Medan yang mampu mencapai sasaran sejauh 300 kilometer.

Komandan Resimen (Danmen) Armed 2/1 Kostrad, Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengasah keterampilan para prajurit dalam mengoperasikan Autsista yang dimiliki oleh masing-masing Batalyon jajaran Menarmed 1/SY/1 Kostrad.

"Prajurit kita menggunakan berbagai Alutsista meriam kebanggaan satuan Armed TNI AD," ucap Untoro, Senin (22/11/2021).

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan menguji seluruh jenis Alutsista yang dimiliki untuk menunjang profesionalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan mengoperasikan Alutsista dengan maksimal.

"Agar prajurit Armed TNI AD di jajaran Menarmed 1/SY/1 Kostrad, senantiasa siap apabila negara membutuhkan kekuatan Armed TNI AD kapanpun dan di manapun," ucap Untoro.

Menurutnya, latihan menembak senjata berat terintegrasi ini dapat menjadi tolak ukur kemampuan diri prajurit Menarmed 1/SY/1 Kostrad dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab sebagai seorang prajurit Armed sejati.

“Di samping mengasah keterampilan di bidang Alutsista, prajurit Batalyon jajaran Menarmed 1/SY/1 Kostrad juga dituntut mampu mengoperasionalkan komputer karena dihadapkan pada sistem penembakan alutsista yang serba komputerisasi," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved