Breaking News:

Tempat Wisata Lampung Dibuka, Dua BUlan Terakhir Arus Kendaraan di Tol Terpeka Meningkat

Dampak pelonggaran PPKM dan dibukanya objek wisata di Lampung, membuat arus kendaraan yang melintas di tol Terpeka meningkat

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Kepala Pengelola PT Hutama Karya ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayuagung (Terpeka), Yoni Setyo Wisnuwardhono 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Dalam dua bulan terakhir jumlah arus kendaraan yang melewati ruas jalan tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayuagung (Terpeka) mulai mengalami peningkatan yang signifikan.

Menyusul adanya kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah setempat.

Serta tempat wisata yang kembali dibuka di Provinsi Lampung menjadi faktor utama meningkatnya volume kendaraan.

Kepala Pengelola PT Hutama Karya ruas Terpeka, Yoni Setyo Wisnuwardhono mengatakan Lalulintas Harian Rata-rata (LHR) yang terdata dari dan menuju Lampung diatas 12.000 kendaraan.

"Dari Januari - Juli 2021 lalu, kendaraan yang melintas setiap harinya hanya berkisar 3.600 kendaraan atau hanya 25 persen dari arus normal. Untuk saat ini sudah meningkat signifikan," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (21/11/2021) siang.

Meningkatnya jumlah kendaraan disebabkan oleh dibukanya kembali seluruh tempat wisata di Provinsi Lampung yang saat ini berada di PPKM Level 2.

"Kalau hari weekend (Sabtu-Minggu) bisa sampai 15.000 kendaraan yang melintas, itupun didominasi kendaraan pribadi yang datang dari Sumatera Selatan untuk berwisata ke Lampung," bebernya.

Dikatakan bahwa menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), pengelola HK masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti kepolisian, pemerintah daerah dan provinsi untuk melakukan persiapan yang dirasa perlu.

"Kita juga melakukan perbaikan dibeberapa titik ruas jalan agar menjamin keselamatan dan kenyamanan pengendara," tegas Yoni.

Saat disinggung terkait penambahan tarif tol, Yoni menjelaskan belum mengetahui secara pasti jumlah besarannya. Namun akan diterapkan akhir tahun 2021 ini.

"Memang kita badan usaha jalan tol wajib melakukan penyesuaian tarif per 2 tahun operasional. Jadi dijadwal memang tahun ini kenaikan tarifnya," tutupnya.(nando)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved