Breaking News:

Berita Musi Banyuasin

Waspada DBD Mengancam di Musim Hujan, Berpotensi Terjadi Kejadian Luar Biasa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan penyakit demam berdarah dengue (DBD)

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/ Fajeri Ramadhoni
Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan seperti sekarang ini.

Hal tersebut mengingat mulai masuknya musim penghujan yang cukup merata di wilayah Kabupaten Muba sejak beberapa pekan terkahir.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS mengatakan memasuki musim penghujan, sangat identik dengan jenis penyakit batuk, pilek dan diare.

"Namun, saat ini yang harus diwaspadai dan diperhatikan secara serius, yakni penyakit DBD. Karena secara Kejadian Luar Biasa (KLB) nya lebih berpotensi tinggi,”kata Azmi, Sabtu (20/11/2021).

Ia menjelaskan, sesuai dengan edaran Sekda kab Musi Banyuasin no: 440/2902/KES/XI/2021 Tentang Kewaspadaan Demam Berdarah Dengue. pencegahan DBD dapat dilakukan dengan gerakan 3M Plus.

Diantaranya, menguras dan menyikat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

“Sedangkan plus-nya yaitu mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.

Mulai dari memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, meletakkan pakaian bekas pakai ke dalam wadah tertutup, menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi serta gotong-royong membersihkan lingkungan, periksa tempat penampungan-penampungan air, membersihkan lavarsida pada penampungan air yang sudah dikuras, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar dan menanam tanaman pengusir nyamuk, ” terang Azmi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Muba telah menghimbau seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Muba untuk tidak lengah dengan penyakit DBD selain penanganan Covid-19.

Begitu juga dengan ketersediaan obat-obatan dalam penangan sejumlah penyakit di musim penghujan juga sudah dipastikan ketersediaannya.

“Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan masyarakat yang terdepan untuk tetap menjalankan program-program kesehatan lainnya.

Salah satunya, Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bersama kader-kader wilayah, untuk mengingatkan dan melakukan pemeriksaan langsung kelayakan penampungan-penampungan air masyarakat,” katanya.

Azmi menjelaskan gejala DBD yaitu, demam tinggi mendadak sakit kepala,ruam, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah serta kelelahan, pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat membahayakan nyawa.

“Hindari gigitan nyamuk, biasa menggigit di pagi dan sore hari, gunakan obat oles anti nyamuk, memakai baju lengan panjang dan celana panjang serta tidak menggantung pakaian habis pakai,”jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved