Breaking News:

Vonis Terdakwa Masjid Raya Sriwijaya

Vonis Kasus Masjid Raya Sriwijaya, Hakim Minta Harta Eddy & Syarifuddin Dikembalikan Jaksa Banding

Usai membacakan vonis untuk dua dari empat terdakwa dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya, hakim memerintahkan jaksa mengembalikan aset yang disita.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Salah satu aset Eddy Hermanto di Jalan Kebun Sirih, RT 1 RW 1 Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang yang disita Kejati Sumsel, Jumat (16/4/2021). Penyitaan ini berkaitan dengan Eddy Hermanto yang berstatus sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua terdakwa dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Eddy Hermanto dan Syarifuddin divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, dengan hukuman 12 tahun penjara, Jumat (19/11/2021)

Dalam amar putusannya, kedua terdakwa dinyatakan melanggar pasal tentang tindak pidana korupsi dan pasal mengenai gratifikasi.

"Mengadili terdakwa Eddy Hermanto dengan hukuman 12 Tahun penjara, denda 500 juta, subsidair 4 bulan, dan mengadili terdakwa Syarifuddin deng hukuman 12 Tahun penjara, denda 500 juta, subsidair 4 bulan," ujar hakim ketua, Sahlan Effendi SH MH.

Serta mewajibkan terdakwa Eddy Hermanto membayar uang pengganti sebesar Rp 218.000.000, yang mana jika dalam satu bulan tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara 2 tahun.

Sedangkan mewajibkan terdakwa Syarifuddin membayar uang pengganti sebesar Rp 1,6 Miliar, yang mana jika dalam satu bulan tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara 2 tahun, 6 bulan.

Dikesempatan sama, dalam amar vonisnya, majelis hakim memerintahkan untuk mengembalikan aset kedua terdakwa yang disita.

"Memerintahkan agar aset kedua terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya," ujar hakim.

Untuk diketahui, aset  Eddy Hermanto yang disita berupa tujuh unit tanah, bangunan ruko, serta dua unit mobil mewah.

Sedangkan aset Syarifuddin yang disita berupa 1 unit mobil mewah.

Atas vonis tersebut kedua terdakwa menyatakan banding. Sedangkan pihak Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir.

"Kami akan pikir-pikir dulu atas vonis ini. Kita masih ada kesempatan 7 hari untuk itu," ujar JPU Kejati Sumsel, Roy Riyadi.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved