Breaking News:

Petani Padi di Muara Sugihan Menjerit; Hasil Panen Bisa Habis Hanya Buat Bayar Hutang Pupuk

Tingginya harga pupuk dikeluhkan petani padi di Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin. Sementara mendapatkan pupuk bersubsidi sulit

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Petani padi di Jalur 18 ketika menebarkan pupuk ke tanaman padi, Jumat (19/11/2021). TribunSumsel/Ardiansyah 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Petani yang ada di kawasan Jalur Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin menjerit karena tingginya harga pupuk saat ini. 

Semenara untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tidak mudah. Sehingga, mau tidak mau petani harus membeli pupuk non subsidi meski pun harganya selangit. 

Seperti yang diungkapkan petani padi Andi. Warga Jalur 18 ini mengaku sangat berat membeli pupuk non subsidi yang harganya sangat tinggi. Namun, bila tidak membeli pupuk non subsidi maka padi-padi yang ditanam tidak bisa diberikan pupuk. 

"Harga pupuk non subsidi sekarang ini, perkarungnya bisa tembus Rp 500 ribu. Makanya, kalau harga pupuk saja harganya sudah tinggi, saat panen hasilnya habis hanya untuk membayar hutang pupuk saja," katanya.

Harga pupuk non subsidi yang terbilang sangat tinggi, membuat petani memilih untuk mengutang terlebih dahulu. Nantinya, setelah panen baru hutang pupuk di bayarkan. 

Bila tidak disiasati seperti itu, menurut Andi maka padi-padi yang sudah ditanam bisa-bisa tidak menghasilkan beras yang bagus bahkan bisa saja mati. 

"Mengharapkan pupuk subsidi, sekarang susah sekali. Jangankan untuk dibeli, penjualan pupuk subsidi saja sangat jarang. Jadi, kami serba salah," ungkapnya.

Langkahnya pupuk subsidi dan mahalnya harga pupuk non subsidi, membuat petani padi sangat berat. Dari itulah, petani berharap kepada pemerintah agar memerhatikan kondisi petani yang saat ini memang sedang membutuhkan pupuk.

"Kepada pemerintah, tolong kami. Jangan sampai, hasil panen kami hanya habis buat bayar hutang pupuk. Kalau sudah seperti itu, kami mau makan apa lagi," pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved