Breaking News:

Berita Banyuasin

KISAH Bandar Narkoba di Lapas Banyuasin, Tinggalkan Kehidupan Jahiliyah dan Jadi Hafiz Quran

Ari Ananda (30), memilih menjadi bandar narkoba jenis ganja untuk memperoleh uang yang banyak. Hingga akhirnya, ia tertangkap dan berakhir di Lapa

Editor: Odi Aria
Tribunmsel.com/ M Ardiansyah
Ari (tengah) dan sejumlah warga binaan Lapas Klas IIA Banyuasin saat menyimak hafalan salah seorang warga binaan, Jumat (19/11/2021). 

Ketika divonis 14 tahun penjara, ia belum sempat terpikir untuk berubah menjadi orang yang lebih baik. Setidaknya, dua tahun lamanya berada di dalam Lapas Klas IIA Banyuasin, Ari hanya menghabiskan waktu untuk menjalani hukuman yang diterimanya.

Akan tetapi, setahun terakhir ini Ari seperti mendapat hidayah dari Allah. Entah kenapa, ia memiliki keberanian untuk mengatakan kepada pegawai Lapas bila ia ingin menghafal Alquran. Ia meminta agar, mendapat fasilitas tempat yakni masjid dan juga sejumlah Kitab Suci Alquran untuk digunakannya menghafal.

"Ya langsung punya keberanian untuk meminta fasilitas, ternyata permintaan itu langsung direspon baik Kepala Lapas dan pegawai bimbingan kerohanian. Saya diberi tempat yakni masjid dan Alquran bahkan kelengkapan baju sebagai bentuk dukungan kepada saya," ceritanya.

Hal itu, membuat Ari senang bukan kepalang. Karena, niat baiknya untuk menjadi seorang hafiz Qur'an mendapat dukungan 100 persen dari pihak Lapas. Kesempatan yang diberikan kepadanya, tidak disia-siakan. Setahun terakhir ini, ia diberikan ruang untuk bisa selalu ke masjid guna menghafal Alquran.

Seiring berjalannya waktu, hampir setahun terakhir Ari sudah bisa menghafal Alquran sebanyak 3 juz. Dengan ketulusan hati dan hidayah yang diperolehnya, Ari seperti diberi kelancaran dalam menghafal Alquran.

Ia memulai menghafal Alquran di juz 30 dan terus turun. Saat ini, Ari sudah berhasil menghafal tiga juz.

Bila merasa terbentur dengan panjang pendeknya bacaan ayat Alquran, ia selaku bertanya dengan pegawai Lapas yang paham dan bisa secara fasih membaca Alquran.

"Saya rasanya sangat tenang sekali ketika menghafal Alquran. Ada ketenangan batin, ada kesejukan dan Allah itu seperti ada di dekat saya. Baru tahu rasanya dekat dengan Alquran.

Kalau dulu, jangankan membaca, memegang saja tidak pernah. Yang terpikir bagaimana dapat uang banyak dan mudah mendapatkannya," kata Ari tertunduk dan matanya mulai berkaca-kaca.

Ari mengaku, usahanya menghafal Alquran ternyata menjadi contoh sejumlah warga binaan lain. Beberapa warga binaan, juga mengungkapkan kepadanya juga ingin ikut menghafal Alquran.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved