Breaking News:

Berita Banyuasin

KISAH Bandar Narkoba di Lapas Banyuasin, Tinggalkan Kehidupan Jahiliyah dan Jadi Hafiz Quran

Ari Ananda (30), memilih menjadi bandar narkoba jenis ganja untuk memperoleh uang yang banyak. Hingga akhirnya, ia tertangkap dan berakhir di Lapa

Editor: Odi Aria
Tribunmsel.com/ M Ardiansyah
Ari (tengah) dan sejumlah warga binaan Lapas Klas IIA Banyuasin saat menyimak hafalan salah seorang warga binaan, Jumat (19/11/2021). 

Penulis : M Ardiansyah

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Awalnya, hanya terpikir untuk bisa mencari uang sebanyak-banyaknya. Sampai-sampai menempuh jalan yang salah hanya untuk mendapatkan uang yang banyak.

Ari Ananda (30), memilih menjadi bandar narkoba jenis ganja untuk memperoleh uang yang banyak.

Hingga akhirnya, ia tertangkap dan berakhir di Lapas Klas IIA Banyuasin.

Tak tanggung-tanggung, vonis yang diterima menjadi seorang bandar dan pengedar selama 14 tahun.

Saat ini, Ari sapaan akrabnya baru menjalani hukumannya selama 3 tahun.

Waktu untuk bebas juga terbilang cukup lama. Ia akan menghabiskan masa mudanya di dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena menjadi bandar dan pengedar.

"Dulu, hanya terpikir bagaimana mencari uang dengan mudah dan banyak. Makanya aku memutuskan menjadi bandar dan pengedar ganja. Satu kali ambil dari Aceh, paling sedikit 13 kg dan itu langsung mengambil sendiri.

Rasanya, saat itu tidak terpikir lagi dosa dan gampang mencari uang dengan menjadi bandar dan pengedar," katanya saat ditemui di masjid Lapas Klas IIA Banyuasin, Jumat (19/11/2021).

Seiring berjalannya waktu, bisnis haramnya tersebut berakhir. Ia ditangkap polisi dan divonis bersalah karena barang bukti narkoba jenis ganja ditemukan sebanyak 13 kg.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved