Breaking News:

Berita Palembang

Jualan Ikan Sepi Pembeli Warga Kertapati Banting Setir Jadi Jambret, Kejar-kejaran dengan Polisi

aksi penjambretan di Jalan Karang Sari, Kecamatan Gandus Palembang, Jumat (22/10) sekitar pukul 11.00 dengan korban Rahayu Variesha Putri (16).

Editor: Odi Aria
Sripoku.com/ Andi Wijaya
Kapolsek Gandus, AKP Kusyanto didampingi Kanit Reskrim, Iptu Andrian Novalezi saat menggelar perkara pelaku Taufik, Jumat (19/11/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Berdalih sepinya penjualan ikan di Pasar Induk Jakabaring Palembang, membuat seorang pedangang nekat melakukan aksi penjambretan di Jalan Karang Sari, Kecamatan Gandus Palembang, Jumat (22/10) sekitar pukul 11.00 dengan korban Rahayu Variesha Putri (16).

Akibatnya, Taufik Hidayat (43) warga Jalan Aiptu A Wahab Kertapati Palembang harus diamankan Anggota Polsek Gandus Palembang usai kejadian.

Taufik mengaku, ia nekat melakukan aksinya seorang diri dengan modus bertanya alamat dengan korban dan disaat lengah ia mengambil ponsel korban secara paksa.

"Saya nekat melakukan aksi itu karena penjualan ikan sepi jadi saya nekat melakukan aksi itu," katanya saat dirilis di Mapolsek Gandus Palembang, Jumat (19/11/2021).

Ia menjelaskan, usai kejadian ia dan anggota Polsek Gandus Palembang sempat kejar-kejaran hingga berakhir di daerah Mancan Lindungan Palembang.

Baca juga: Puluhan Kali Mejambret Pejalan Kaki Jun Berhasil Ditangkap, Terakhir Jadi Jambret di Jalan Merdeka

"Sempat dikejar polisi saya akhirnya tertangkap di daerah macan lindungan dan langsung dibawa ke Polsek Gandus Palembang," ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Gandus, AKP Kusyanto didampingi Kanit Reskrim, Iptu Andrian Novalezi mengatakan, aksi pelaku yakni dengan modus bertanya alamat terhadap korban yang sedang berdiri di pinggir jalan.

"Disaat korbannya lengah pelaku ini dari keterangannya melakukan aksinya.

Dimana ia berhasil merampas ponsel korban merek Vivo Y31 dengan paksaan," jelasnya.

"Pelaku berhasil kita tangkap bersama barang bukti ponsel korban.

Atas ulahnya pelaku harus bertanggung dengan mendekam di balik teruji besi," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved