Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Belajar dari Kasus Nirina Zubir, BPN Imbau Masyarakat Jangan Percaya Makelar Tanah

-Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lubuklinggau dan Musi Rawas tidak ingin kasus mafia tanah yang menyeret keluarga artis Nirina Zubir

Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Wali Kota Lubuklinggau bersama kepala BPN menyerahkan surat tanah kepada masyarakat secara simbolis, Jumat (19/11/2021) 

Penulis: Eko Hepronis

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU --Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lubuklinggau dan Musi Rawas tidak ingin kasus mafia tanah yang menyeret keluarga artis Nirina Zubir yang tengah viral terjadi di wilayah Lubuklinggau dan Musi Rawas.

Kepala BPN Kabupaten Mura, Muji Burohman didampingi Kepala BPN Kota Lubuklinggau, Kelik Budiyono menyampaikan, peserta yang diundang kegiatan ini adalah seluruh camat, lurah serta kepala desa di wilayah kedua pemerintahan.

“Acara ini kami laksanakan mengingat maraknya kasus pertanahan yang terjadi belakangan. Melalui sosialiasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi kasus pertanahan baik di wilayah hukum Kota Lubuklinggau maupun Kabupaten Musi Rawas,” ungkap Muji, Jumat (19/11/2021).

Muji menuturkan, kasus mafia tanah ini dimana-mana sudah mengakar, pemberantasan kasus ini akan dibicarakan dengan beberapa stakeholder terkait Polres, Kejaksaan, sampai kelurahan supaya tidak terjadi di wilayah Lubuklinggau dan Musi Rawas.

"Terbaru kasus Nirina Zubir ini beliau ada harta warisan, yang dibuat (pelaku) sedemikian rupa sehingga menimbulkan kerugian.

Jangan sampai kasus serupa tidak terjadi di Lubuklinggau ini," ujarnya.

Baca juga: MASA Lalu Riri Khasmita Mantan ART Keluarga Nirina Zubir Terbongkar, Sebatang Kara Kacang Lupa Kulit

Muji mengungkapkan, kasus seperti menimpa Nirina Zubir itu sejauh ini belum ada di Kabupaten Musi Rawas dan Lubuklinggau, yang ada sejauh ini kasus pencurian buah sengketa lahan plasma di masyarakat, kasus ini sudah ditangani dengan baik.

"Kalau di Musi Rawas yang paling banyak sengketa kebun, sebagaimana kita ketahui kebun itu luas-luas, sehingga patoknya juga sulit untuk diketahui, kami minta kalau punya di jaga betul," ungkapnya.

Muji pun mengimbau kepada masyarakat sebelum membeli tanah diketahui objeknya, tanahnya di kuasai, di pasang patok bahwa tanah itu punya pemilik, sehingga apabila ada niat pihak lain ingin mencaplok tanah itu akan susah.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved