Breaking News:

Berita OKI

Tiga Terdakwa Penggelapan Pupuk di OKI Divonis 1,6 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Tiga orang terdakwa kasus penggelapan pupuk jenis NPK milik PT. Sebangun Bumi Andalas (SBA) yang bergerak di bidang industri kayu resmi divonis

Editor: Odi Aria
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Sidang putusan terdakwa penggelapan pupuk digelar di Pengadilan Negeri Kayuagung, Kamis (18/11/2021) pagi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Tiga orang terdakwa kasus penggelapan pupuk jenis NPK milik PT. Sebangun Bumi Andalas (SBA) yang bergerak di bidang industri kayu resmi divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (18/11/2021).

Ketiga terdakwa yakni Kanang, Amin Noto, dan Hamzah Iya dijatuhi hukuman kurungan penjara 1 tahun 6 bulan.

Dikarenakan akibat tindak kriminal itu sendiri, PT. SBA Distrik Lebong Itam, Desa Simpang Tiga Sakti, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI mengalami kerugian lebih kurang sebanyak Rp 31 juta.

Putusan yang berikan oleh majelis hakim tersebut rupanya lebih ringan 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imran, S.H yang menuntut hukuman 2 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayuagung, I Made Gede Kariana, SH saat dikonfirmasi terkait putusan terhadap terdakwa tersebut mengatakan ada beberapa pertimbangan sehingga akhirnya memutuskan hukuman penjara lebih ringan 6 bulan dari tuntutan JPU.

"Putusan itu sudah sesuai fakta persidangan. Tetapi pertimbangan secara umum antara lain, terdakwa belum pernah dihukum dan sebagian barang sudah dikembalikan, serta sama-sama tulang punggung keluarga," katanya usai sidang.

Adapun proses persidangan berjalan lancar, dengan masing-masing terdakwa menjalani sidang dalam berkas yang terpisah.

JPU PN Kayuagung, Imran S.H menuturkan peristiwa penggelapan itu terjadi pada, Senin (09/08/2021) sekitar pukul 19.30 WIB lalu di Distrik Tanjung Jati Desa Simpang Tiga Sakti, Kecamatan Tulung Selapan.

"Awal mulanya, sekitar pukul 09.00 WIB di hari kejadian, terdakwa Kanang menyuruh Amin dan Hamzah berangkat menuju Gudang PT. SBA Distrik Lebong Itam, Desa Simpang Tiga Sakti dengan mengendarai satu unit mobil truk warna kuning," bebernya.

Kemudian, ketiganya memanfaatkan Surat Jalan Pengambilan Pupuk (RMS) milik terdakwa Kenang dan coba mengambil 125 karung berisi pupuk jenis NPK dari dalam gudang yang akan dikirim ke areal lahan PT. SBA distrik Lebong Itam untuk digunakan sebagai pupuk lahan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved