Breaking News:

Dana Normalisasi Sungai Abab Termin 1 dan 2 Cair Bersamaan, Hakim Minta JPU Periksa BPKAD PALI

Pencairan dana untuk pembayaran pekerjaan Normalisasi Sungai Abab, Termin 1 dan 2 dicairkan secara bersamaan.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/nisyah
Sidang korupsi normalisasi Sungai Abab PALI. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi normalisasi Sungai Abab, Kecamatan Abab tahun 2018 pada Dinas PUPR PALI, Sri Dwi Hastuti, Junaidi, dan Rorin Nadian, kembali jalani persidangan.

Pada sidang kali ini, JPU hadirkan lima orang saksi, dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang yang diketuai oleh Mangapul Manalu SH MH di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Kamis (18/11/2021).

Saksi yang dihadirkan yakni, Neni, selaku Bendahara Keuangan di Dinas PUBM PALI, Ferigustian selaku Kasub Pengeluaran Kas Daerah di kantor BPKAD PALI, Firdaus selaku karyawan honor BPKAD PALI, dan dua saksi dari pihak Bank Sumsel Babel Cabang PALI.

Dari keterangan saksi Neni selaku Bendahara Keuangan di Dinas PUBM Kabupaten Pali, diketahui jika pencairan dana untuk pembayaran pekerjaan Normalisasi Sungai Abab, Termin 1 dan 2 dicairkan secara bersamaan.

"Karena saat itu diminta dan diajukan oleh PPTK (Terdakwa Junaidi) langsung untuk dua termin," ujar saksi Neni pada mejelis hakim dalam persidangan, Kamis (18/11/2021).

Dikesempatan sama, hal tersebut dibenarkan oleh saksi Ferigustian selaku Kasub Pengeluaran Kas Daerah di Kantor BPKAD Pali.

"Pada kegiatan Normalisasi Sungai Abab tahun 2018 dibagi menjadi empat termin. Pembayaran termin 1 dan termin ke 2 dilakukan secara besamaan," ujar saksi Feri.

Mendengar keterangan saksi Feri, hakim anggota Sahlan Effendi pun mempertanyakan atas dasar apa pencairan termin 1 dan 2 dicairkan bersamaan pada saksi.

Namun saksi hanya diam saja.

"Pembayaran termin suatu pekerjaan itu tidak boleh secara bersamaan. Kalau begini coba JPU periksa BPKAD Pali, sekalian jangan tangung-tanggung penyidikan dalam hal ini," ujar Hakim anggota pada JPU dalam persidangan.

Untuk diketahui dari keterangan saksi dalam agenda sidang sebelumnya, diketahui Normalisasi Sungai Abab, dari dari Betung sampai Tanjung Kurung dengan total panjang 11 Kilometer.

Pada perencanaannya, normalisasi dengan cara pengerukan dasar sungai dengan kedalaman 1-1,5 meter dari permukaan air, dilakukan dalam jangka waktu 1 bulan, dengan pagu anggaran 10 miliar rupiah.

Dalam kasus ini tiga terdakwa Sri Dwi Hastuti selaku PPK di Dinas PUPR Pali, terdakwa Junaidi selaku PPTK di Dinas PUPR Pali, dan Rorin Nadian selaku pihak pelaksana (Kontraktor).

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum Kejari Pali mengatakan jika ketiga terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan modus mengurangi volum pada pelaksanaan normalisasi Sungai Abab, di Kabupaten Pali.

"Atas perbuatan ketiga terdakwa, negara mengalami kerugian sebesar Rp. 3.543.721.715," ujar JPU Pali, Sendy Mareta SH saat membacakan dakwaan dalam sidang.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved