Breaking News:

Berita Palembang

Pulang ke Palembang karena Kangen Keluarga, DPO Kasus Begal Diringkus Anggota Pidum dan Tekab 134

Aksi pembegalan yang dilakukan Rion terjadi di Jalan Angkatan 66, tepatnya di depan toko Alfamart, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning Palembang

Editor: Sudarwan
Dok Polrestabes Palembang
Kanit Pidum Polrestabes Palembang, AKP Robert Sihombing, mengamankan DPO pelaku begal yakni Rion Winandra (19) warga Jalan Maju Bersama Musi 8, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, Selasa (16/11/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rion Winandra (19), tersangka pelaku begal, diringkus anggota Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang pimpinan Kanit Pidum AKP Robert Sihombing.

Aksi pembegalan yang dilakukan Rion terjadi di Jalan Angkatan 66, tepatnya di depan toko Alfamart, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning Palembang Provinsi Sumatera Selatan pada 1 Desember 2019 lalu.

Rion yang merupakan warga Jalan Maju Bersama Musi 8, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang ditangkap di tempat persembunyiannya, Selasa (16/11/2021) sekitar pukul 23.00.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa pelaku merupakan DPO pembegalan.

"Pelaku ini sudah lama menjadi Target Operasi kota DPO kasus pembegalan yang terjadi pada 2019 lalu dimana korban Anugrah Ary Sampurno (17) bersama temannya berboncengan dan ketika di TKP bertemu dengan pelaku bersama temannya menaiki sepeda motor mio warna hitam lagsung menghadang korban," kata Tri yang saat itu didampingi Kanit Pidum AKP Robert, Rabu (17/11/2021).

Saat melakukan aksinya, pelaku yang dibonceng turun dan meraba saku korban dan mengambil paksa ponsel milik korban.

Korban melawan. Lalu datang pelaku lain langsung memukul dan mengeluarkan senjata tajam (sajam) sambil mengancam korban untuk melarikan diri.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian satu buah ponsel Xiaomi Note 5A warna hitam.

"Atas ulah pelaku kita jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun penjara, sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran," ujarnya.

Rion ketika ditemui di ruang piket Pidum mengakui perbuatannya.

"Saya mengaku salah pak. Usai aksi tersebut saya kabur ke luar kota dan pindah pindah. Karena kangen keluarga saya akhirnya memutuskan pulang ke Palembang dan tertangkap," katanya sambil menundukkan kepala.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved