Breaking News:

Dua Warga Muara Enim Terjaring Operasi Senpira Jatanras Polda Sumsel, Ada yang Kedapatan Bawa Sabu

Operasi Cipta Kondisi sasaran kepemilikan senjata api berhasil menangkap dua pria asal Muara Enim. Salah satunya ada yang membawa sabu.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/nisyah
Hasil razia cipta kondisi, dimana Jatanras Polda Sumsel menyita dua senpi dari tangan dua warga Muara Enim. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Petugas Unit 2 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel berhasil menjaring seorang bandar narkotika jenis sabu sabu bernama Jhoni Indra (43), warga Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. 

Tersangka Jhoni terjaring saat petugas gelar Operasi Cipta Kondisi dengan sasaran senjata api rakitan (Senpira) 2021.

Dari tangan Jhoni, petugas berhasil mengamankan satu pucuk senpira jenis laras panjang, dan satu pucuk senpira laras pendek jenis revolver dan 31 butir peluru.  

Dalam rilis yang digelar di Polda Sumsel pada Rabu (17/11/2021), Jhoni mengaku jika senjata api rakitan itu dirinya dapat dari hasil tukar tambah, antara sabu-sabu dan senjata api rakitan tersebut.

"Senjatanya saya gunakan untuk menakut-nakuti pembeli narkoba yang menunggak ke saya. Biar dia mau cepat bayar," ujar tersangka Jhoni.

Selain Jhoni, petugas turut mengamankan satu tersangka lainnya yakni Santos (31) warga Jalan Harapan Sukarami Kelurahan Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, sama dengan tersangka sebelumnya.

Dari tersangka Santos petugas juga mengaman sepucuk senpira.

Dikonfirmasi pada Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christopher Panjaitan mengatakan, saat melakukan penangkapan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diantaranya 3,85 gram sabu, dua alat hisap, delapan pack klip plastik dan satu alat timbangan. 

"Berdasarkan pengakuan tersangka Jhoni Indra, dia baru memiliki senjata api tersebut sekitar satu bulan terakhir. Tersangka Jhoni ini adalah bandar narkoba," ujar CS Panjaitan pada awak media, Rabu (17/11/2021).

CS Panjaitan menambahkan  jika sabu seberat 3.85 gram berhasil diamankan dari tangan tersangka Jhoni.

"Yang mana  jika dirupiahkan barang haram tersebut bernilai Rp. 5.000.000," jelasnya.

Sedangkan untuk senpi, dari pengakuan kedua tersangka senjata itu hanya pernah digunakan untuk mencoba apakah benar berfungsi atau tidak. 

"Tapi masih akan kita dalami lagi keterangan itu," ungkapnya. 

Atas hal tersebut, kedua tersangka kini terancam dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat No 12 tahun 1951.

"Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved