Breaking News:

UMP Sumsel 2022 Tidak Naik, Serikat Buruh Tolak Tandatangani Berita Acara, Ini Kata Disnakertrans

Pembahasan UMP Sumsel 2022 saat ini sedang berjalan banti hasilnya akan di sampaikan pada Gubernur Sumsel Herman Deru.

Editor: adi kurniawan
tribun medan/int
ilustrasi UMP Sumsel saat ini sedang dibahas dan akan diumumkan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum memutuskan berapa besar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.

Namun diprediksi UMP Sumsel bakal tidak naik atau sama dengan UMP 2021.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel Sumarjono Saragih mengatakan, penghitungan besaran UMP tahun 2022 sudah sesuai dengan formula, PP No 36 tahun 2021 tentang pengupahan.

"Apindo taat regulasi, di mana penghitungannya sudah sesuai formula, sehingga tidak ada kenaikan UMP pada 2022," kata Sumarjono, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, hasil rapat dewan pengupahan, dihitung sesuai aturan yang baru. Menggunakan angka BPS, hasilnya malah lebih rendah dari UMP 2021. 

"Fakta angka BPS memang demikian, namun akhirnya diputuskan tidak mungkin turun. Jadi UMP 2022 sama dengan 2021 sebesar Rp 3.144.446," jelasnya.

Menurutnya, semua pengusaha berupaya patuh untuk UMP 2022. walaupun masih ada yang belum pulih sepenuhnya. 

Sedangkan terkait perwakilan dari serikat buruh yang tak menandatangani UMP 2022 menurutnya, dalam hubungan industrial ketenagakerjaan ada sepakat atau tidak sepakat

"Maka kita hormati sikap para buruh dan kita juga mendorong pengawasan yang lebih intensif dari Disnaker," katanya.

Sementara itu Ketua Federasi Serikat Buruh (FSB) Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka industri (Nikeuba) Kota Palembang Hermawan yang juga termasuk dalam dewan pengupahan mengatakan, UMP 2022 sama dengan 2021.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved