Berita Ogan Ilir

Bertahan di Tengah Pandemi, Emak-emak di Ogan Ilir Raup Cuan dari Jual Cilok dan Cireng di Medsos

duo emak di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, berinisiatif berjualan makanan dari rumah dan dipasarkan melalui media sosial.

Editor: Odi Aria
Tribun Sumsel/AGUNG DWIPAYANA
Barika (kiri) dan Jujuk (kanan) menunjukkan makanan hasil kreasi mereka yakni cilok, cireng, nasi goreng dan mi goreng, Senin (15/11/2021). 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Efek pandemi Covid-19 yang belum berakhir, berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menyambung hidup.

Tak ingin hanya berpangku tangan, duo emak di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, berinisiatif berjualan makanan dari rumah dan dipasarkan melalui media sosial.

Kedua wanita tersebut  yakni  Barika (26) dan Jujuk (27).

Dua ibu rumah tangga (IRT) yang sejak satu bulan lalu memulai usaha makanan.

Mereka berjualan cilok dan cireng yang dipasarkan di wilayah Kecamatan Tanjung Batu dan sekitarnya.

Barika menuturkan, ide berjualan makanan ini berawal dari kegemaran memasak.

"Karena kami hobi bikin makanan, jadi terpikir mencari uang dari hobi ini," kata Barika saat ditemui di kediamannya di Tanjung Atap, Senin (15/11/2021).

Hobi memasak ini juga dimiliki Jujuk, dan Barika mengajak rekannya itu merintis usaha bersama.

Mulailah duo emak ini membuat cilok dan cireng yang sangat familiar dan cukup mudah membuatnya.

"Jualan ini kami setiap hari, siang dan malam.

Mulai dari proses bikin makanan, menawarkan lewat medsos Facebook dan snap WhatsApp, sampai proses mengantar ke pemesan," tutur Barika.

Untuk seporsi cilok ayam kuah cabe kemasan cup isi 10 butir, dihargai Rp 5 ribu saja.

Dan seporsi cireng isi suir ayam dan tumis wortel isi empat buah, juga dihargai Rp 5 ribu.

Bagi yang ingin memesan cilok ayam bisa memilih tingkat kepedasan, ada level 1, 2 dan 3.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved