Breaking News:

Berita Palembang

Warga Pakai Masker Sudah Sebelum Ada Corona Saat Berburu Pakaian Bekas di Pasar Lemabang Palembang

Salah satu kawasan yang ramai didatangi pengunjung di Pasar Lemabang Palembang adalah pedagang pakaian bekas.

Penulis: M Yandi Pratama | Editor: Refly Permana
sripoku.com/yandi
Suasana tempat berjualan pakaian bekas di Pasar Lemabang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Salah satu kawasan yang ramai didatangi pengunjung di Pasar Lemabang Palembang adalah pedagang pakaian bekas.

Pantauan pada Minggu (15/11/2021), puluhan warga yang didominasi kaum wanita bersesak-sesakan memilih-milih pakaian bekas yang dijual para pedagang di Pasar Lemabang.

Meski demikian, mayoritas dari pengunjung ini tetap menjalani salah satu protokol kesehatan yang disarankan pemerintah, yakni memakai masker.

Ternyata, memakai masker sudah jadi kebiasaan bagi pengunjung yang datang ke Pasar Lemabang untuk memilih-milih pakaian bekas.

Pedagang pakaian bekas di Pasar Lemabang bisa dijumpai setiap Minggu.

Keberadaan mereka ada di sisi sebelah kiri jikadatang dari arah Jalan Bambang Utoyo.

Di depan ruko-ruko di deretan Pasar Lemabang itu, mulai dari sekitar jam 06.00 WIB hingga 10.00 WIB, pedagang pakaian bekas di sini berteriak menjajakan dagagannya, bersautan dengan suara pembeli yang beradu argumen untuk tawar menawar harga pakaian bekas.

Orang-orang hampir seluruhnya memakai masker, bahkan tak jarang ada yang memakai sarung tangan medis saat memilah pakaian.

Fahmi, salah satu pembeli mengatakan, hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit dan paru-paru.

“Ini kan baju-baju bekas, kita tidak tahu ada kuman atau bakteri-bakteri yang berbahaya dan masuk ketubuh ketika kita sentuh,” ungkapnya selepas mencari kemeja flanel yang diincarnya.

Romlah, salah satu pedagang pakaian bekas mengatakan, dari dulu rata-rata orang yang membeli pakaian bekas disini memakai masker.

“Belum ada Virus Corona juga orang pakai masker kalau masuk ke sini,” ungkap Romlah yang telah berdagang dari tahun 2019 itu.

Posisi lapak antar pedagang yang berdekatan, ditambah pembeli yang semakin siang semakin membeludak, membuat suasana pengap tidak terelakan.

Apalagi bau-bau yang sedikit apek dari lapak pakaian bekas yang membuat penciuman terganggu jika tidak memakai masker.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved