Breaking News:

Berita Palembang

Tetap Eksis di Masa Pendemi, Museum Sebagai Penjaga dan Penyelamat Benda Bersejarah di Era Milenial

Tercatat di tahun 2020 ini sudah ada ribuan benda-benda bersejarah yang berhasil diselamatkan dan kini menjadi koleksi Museum Negeri Sumatera Selatan.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM / Rizka Pratiwi Utami
KEMUDI KAPAL - Salah seorang pengunjung yang memperhatikan kemudi kapal ukuran besar sebagai salah satu kolek benda bersejarah yang ada di Museum Negeri Sumsel Jalan Srijaya I Nomor 288 KM 5,5 Kota Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keberadaan Museum Negeri Sumatra Selatan (Sumsel) yang berada di Kota Palembang sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, memiliki peran atau fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Zaman semakin berubah lebih maju dan semakin moderen, tak membuat pihak Museum Negeri Sumatra Selatan yang beralamat di Jalan Srijaya I 288 KM 5,5 Kota Palembang berdiam diri.

Terlebih lagi di era milineal saat ini, tentunya keberadaan Museum Negeri Sumatra Selatan yang dulunya dikenal dengan nama Museum Balaputera Dewa ini tanpa disadari juga sebagai penjaga dan penyelamat benda-benda bersejarah sebagai warisan budaya yang ada di Sumsel.

Jadi tak mudah peran museum dalam menjaga dan menyelamatkan warisan budaya yang ada.

Tercatat di tahun 2020 ini sudah ada ribuan benda-benda bersejarah yang berhasil diselamatkan dan kini menjadi koleksi Museum Negeri Sumatra Selatan.

Sebagai contohnya yang menarik perhatian publik yakni benda bersejarah kemudi kapal ukuran besar yang didapatkan pihak museum dari sebuah kafe di Kota Palembang.

Kini kemudi kapal yang dipajang di dalam satu ruangan galeri museum, menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Kemudi kapal diketahui benda bersejarah dari jaman Kerajaan Sriwijaya yang memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai warisan budaya.

"Ternyata begini bentuk kemudi kapal di masa Kerajaan Sriwijaya. Sangat beruntung bisa melihatnya secara langsung. Memang keberadaan museum itu sebagai penjaga dan penyelamat benda-benda bersejarah," ujar Ana, pengunjung berasal dari Bogor yang sengaja datang mengunjungi Museum Negeri Sumatera Selatan, saat dibincangi Sripoku.com.

Sebuah kemudi kapal ukuran raksasa yang menjadi salah satu koleksi benda bersejarah terbaru di Museum Negeri Sumatera Selatan, memiliki panjang antara 7-8 meter dan berat lebih dari dua ton, yang diperkirakan sudah ada masa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 16.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved