Breaking News:

Berita Palembang

Tim Tekab 134 Polrestabes Palembang Ringkus Jambret Sadis, Korbannya Sampai Patah Tulang

Tim Tekab 134 Polrestabes Palembang Ringkus Jambret Sadis, Korbannya Sampai Patah Tulang.

Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Andi Wijaya
Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes, Palembang, pimpinan Kanit Pidum AKP Robert Siombing, saat melumpuhkan pelaku jambret yakni Wisnu, Sabtu (13/11/2021) dinihari. 

SRIPOKU COM, PALEMBANG---Demi menghilangkan jejak kejahatannya, Wisnu Gilang Jaya Saputra alias Wisnu (22) warga Jalan Tegal Binangun, Lorong Pertanian, Kecamatan Plaju Palembang jual motor yang digunakan dalam aksi penjambretannya.

Namun hal itu sia-sia karena pelaku berhasil diamankan tidak jauh dari kediamannya dan terpaksa diberikan tindakan tegas karena pelaku mencoba kabur dari anggota Unit Pidum bersama Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang, Jumat (13/11) sekitar pukul 23.00.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa tertangkapnya pelaku berkat rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian.

Kejadian sendiri terjadi di Jalan Pertahanan IV Komplek Srimas Blok B4, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan SU II, Palembang yang mengakibatkan korban Febri Tri Rahmawati (28) mengalami patah tulang akibat terjatuh dari motor.

"Pelaku ini dari keterangannya ke anggota kita untuk menghilangkan jejaknya, motor yang digunakan dalam aksi kejahatannya dijualnya seharga Rp 4 juta ke daerah Pemulutun," katanya, Sabtu (13/11/2021).

Namun demikian, anggotanya berhasil menangkap pelaku jambret berkat rekaman kamera CCTV di TKP.

"Selain mengamankan pelaku anggota kita turut mengamankan satu unit sepeda motor merek Yamaha Jupiter MX nopol BG 5119 RF yang digunakan saat menaklukan aksi penjambretan," katanya.

Dirinya menjelaskan, bahwa saat itu pelaku membawa sepda motor dan melihat korban juga membawa sepeda motor, dan membawa satu buah tas dengan cara disandang.

Saat itu pelaku sendiri dan korban juga sendiri.

Disaat suasana sepi, pelaku mendekati korban dan langsung menarik paksa tas yang disandang korban, sehingga terjadi aksi tarik-menarik yang menyebabkan korban terjatuh dan mengalami patah tulang.

"Atas ulahnya pelaku kita jerat hukum penjara diatas lima tahun penjara," katanya.

Sedangkan, pelaku Wisnu mengakui perbuatannya telah melakukan aksi penjambretan tersebut.

"Awalnya saya hendak menghilangkan jejak dengan menjual motor yang saya gunakan dalam aksi penjambretan tapi hal itu sia-sia karena polisi berhasil menangkap saya berkat CCTV di TKP," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved