Breaking News:

'Money Politic' Masuk Desa, Bisakah Dicegah?

Dari pengamatan dan informasi di lapangan, ternyata praktik money politik (politik uang) juga terjadi dalam pemilihan pimpinan desa Pilkades.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Drs H Iklim Cahya, MM Praktisi Politik/Mantan Wartawan Sriwijaya Post. 

Oleh : Drs H Iklim Cahya, MM
Praktisi Politik/Mantan Wartawan Sriwijaya Post

SRIPOKU.COM -- DALAM kurun waktu tiga tahun ini yakni tahun 2021 sampai 2023, sejumlah daerah di Sumatera Selatan, telah dan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan secara serentak.

Dari pengamatan dan informasi di lapangan, ternyata praktik money politik (politik uang) juga terjadi dalam pemilihan pimpinan desa tersebut.

Ini tentu sangat memprihatinkan. Karena itu sebaiknya hal tersebut harus dicegah atau setidaknya dieliminir.

Memang sejak tahun 2010, perhelatan politik yang melibatkan publik seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg), praktik money politic, sangat kental terasa.

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebabnya?

Diantaranya faktor kemampuan ekonomi masyarakat yang kebanyakan masih rendah.

Ditambah lagi para calon yang merasa figurnya belum dikenal atau kualitasnya dirasa pas-pasan, memang lebih cenderung menonjolkan sisi kemampuan materialistis tersebut.

Akibatnya "permainan" ini juga menarik mayoritas calon yang ingin terpilih/menang, untuk juga menggunakan politik uang.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved