Breaking News:

Atlet Dibajak Lima Kabupaten Lain, KONI Palembang Layangkan Protes PB Porprov XIII

Merasa atletnya dibajak lima kabupaten lain, KONI Palembang melayangkan protes ditujukan kepada Panitia Besar (PB) Porprov XIII Sumsel tahun 2021.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
Humas KONI Palembang
Wakil Ketua Umum KONI Palembang Bidang Hukum dan Pengawasan H Jafrial, SH MH (kedua dari kiri) bersama pengurus bidang hukum. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Merasa atletnya dibajak lima kabupaten lain, KONI Palembang melayangkan protes ditujukan kepada Panitia Besar (PB) Porprov XIII Sumsel tahun 2021.

"Banyak atlet Kota palembang diambil oleh kabupaten lain, kami akan memprotes hal itu, mereka dibina di Kota palembang berdomisili di palembang," ungkap Wakil Ketua Umum KONI Palembang Bidang Hukum dan Pengawasan H Jafrial, SH MH bersama pengurus bidang hukum, Sabtu, (13/11/2021).

Protes KONI Kota Palembang tertuang dalam dalam surat nomor : 301/KONI PLG/11/2021. Protes tersebut terkait beberapa atlet dari Cabang Olahraga Panjat Tebing dan Futsal memperkuat kontingen kabupaten lain.

Menurut H Jafrial, SH MH yang merupakan purnawirawan Polri, hal ini tidak sesuai dengan pedoman umum Porprov XIII Sumatera Selatan Tahun 2021 tentang persyaratan.

"Kami sampaikan bahwa pemain futsal dan panjat tebing ada yang membela Kabupaten PALI, Kabupaten Muaraenim, dan Kabupaten Musi Banyuasin, OKI, OKU Timur adalah pemain yang memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) Kota Palembang. Untuk itu kami mohon agar kiranya dapat mendiskualifikasi atlet-atiet tersebut, "jelas Jafrial yang didamping bidang hukum Abadi Rasuan SH.

Sekretaris KONI Provinsi Sumsel Ir Suparman Romans yang dikonfirmasi, menerangkan bila telah menerima surat dan mengetahui protes yang dilayangkan KONI Kota Palembang.

"Sedang kita kaji, telaah permasalahannya. Senin nanti kita undang pihak terkait," jelas Suparman Romans.

Selanjutnya, Suparman yang juga Staf Khusus Walikota Palembang bidang generasi muda menyatakan jika terbukti maka pihaknya akan meminta atlet dikembalikan.

"Bila tidak maka akan kita diskualifikasi," ujarnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved