Breaking News:

Update Wanita Tikam Pria di Jembatan Ampera Palembang, Polisi Selidiki Kondisi Kejiwaan Pelaku

Kabar terbaru Jumat (12/11/2021), polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan wanita penikam pria di Jembatan Ampera dua hari lalu.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka
Pelaku penusukan di bawah jembatan Ampera saat di periksa polwan Polrestabes Palembang, Kamis (11/11/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sosok wanita penikam pria di Jembatan Ampera pada Selasa (9/11/2021) sore sudah berhasil diamankan Satreskrim Polrestabes Palembang.

Kabar terbaru Jumat (12/11/2021), polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan wanita yang akrab disapa Bik Lam (37) tersebut.

Kepada polisi, Bik Lam mengklaim pria yang ia tikam kerap kali melakukan perbuatan asusila terhadap dirinya sehingga kesal hingga nekat membeli pisau dan menikam korban.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, mengatakan bahwa penyidik saat ini sedang mendalami perkara ini karena tersangka saat diajak berbicara suka melantur. 

"Untuk itu kita akan mengecek kejiwaan pelaku, dan korban juga sudah membuat laporan, saat ini sedang dirawat di rumah Sakit dan menunggu hasil visum," ungkap Tri, Jumat (12/11/2021).

Lanjutnya, untuk tersangka sendiri akan dikenakan Pasal 351 dengan ancaman kurungan lima tahun.

"Pelaku akan kita proses, kita akan cek kesehatan dan kejiwaan pelaku. Karena keterangannya selalu berubah ubah, oleh karena ini juga kita akan mengecek ke lokasi, dan meminta keterangan dari teman temannya bagaimana keseharian pelaku di TKP pasar 16 Ilir," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cik Lam menikam korban lantaran tidak terima perbuatan pelecehan dan kurang ajar yang dilakukan korban kepada dirinya.

"Barang saya diambilnya ponsel dan dompet," kata Cik Lam kepada polisi.

Lanjutnya, korban juga pernah hampir menyetubuhi dan tidak berhasil.

"Dia itu tukang becak, pernah saya hampir disetubuhi pakaian saya sudah terbuka dan celana sudah turun, namun alhamdulillah Tuhan melindungi sehingga tidak terjadi," ungkap pedagang dibawah Ampera ini.

Ditambahkannya, Cik Lam mengatakan pisau yang digunakan untuk menusuk baru habis dibeli.

"Pisau itu baru saya beli, perlu digunakan untuk memotong motong saat berjualan pakaian, bantal," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved