Breaking News:

Profil Prasetyo, Atlet Paralympic Sumsel Peraih Tiga Emas Peparnas Papua

Masih segar diingatan Prassetyo, tahun 2002 lalu dokter berjuang menyelamatkan kedua bola matanya, namun Prassetyo dinyatakan mengalami kebutaan.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Humas KONI Sumsel
Prasetyo Fitrianto, atlet para catur NPCI Sumsel. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM,PALEMBANG-- Masih segar diingatan Prasetyo, tahun 2002 lalu dokter berjuang menyelamatkan kedua bola matanya, namun Prassetyo dinyatakan mengalami kebutaan.

Ternyata, jatuh dirinya dulu di usia TK baru berdampak buruk pada bola matanya pada tahun 2002 (saat usia SMP).

Tahun 2002 tersebut, menjadi awal ujian berat bagi pria kelahiran 29 Mei 1987 ini.

Prassetyo hampir tak sanggup menjalani dengan kondisi yang tak pernah ia bayangkan.

Masa remajanya harus ia tanggalkan karena kondisi bola matanya.

"Tujuh tahun dari 2002 sampai 2009 saya depresi, putus asa, saya malu dengan teman-teman," tutur pemilik nama lengkap Prasetyo Fitrianto, Jumat (12/11/2021).

Di penghujung masa depresi tersebut, Prasetyo dipertemukan dengan penyandang disabilitas khusus orang-orang tuna netra. Ia mulai berkenalan dengan para disabilitas tuna netra yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).

Semangat hidupnya pun mulai tumbuh. Rasa percaya diri hingga dukungan teman-temannya membuat Prasetyo mulai bangkit.

"Ternyata saya tidak sendiri," terang putra tunggal dari pasangan Imam Tauchid dan Tri Sumarti ini.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved