Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Pria Asal Kampung Memimpin Muratara, Devi Suhartoni: Jabatan Saya Adalah Cobaan Allah

Kata Mbah saya, arti Devi itu adalah Surga, sedangkan Suhartoni, Suge Harta Ora Banyak Bini. Yang artinya, banyak harta tidak banyak istri.

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Soegeng Haryadi
TANGKAPAN LAYAR SRIPOKUTV
Bupati Musirawas Utara Devi Suhartoni berbincang dengan Kepala Newsroom Sripo Tribun Hj L Weny Ramdiastuti dalam program Ngopi Sore (Ngobrol Pintar Sore-sore). 

DEVI Suhartoni baru 8 bulan menjabat Bupati Musirawas Utara (Muratara). Diakuinya dalam waktu singkat ini memang belum banyak dikerjakan dirinya bersama Wakil Bupati H Ahmad Inayatullah. Dalam Program Ngopi Sore (Ngobrol Pintar Sore-sore) yang dipandu Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti, Devi mengaku sebagai anak kampung yang memiliki mimpi besar melalui pendidikan yang ditempuhnya. Berikut kisahnya yang disampaikan dalam wawancara yang dilakukan Pasar Rupit.

*****

Siapa Devi Suhartoni sebelum menjadi seorang pemimpin Muaratara? Bagaimana latar belakang dirinya?
Bupati Musi Rawas Utara H Devi Suhartoni adalah diri saya yang dikenal masyarakat saat ini. Namun sebelum itu semua Devi Suhartoni adalah anak dari petani karet, yang berasal dari Desa Belani Rawas Ilir.

Saya ini hanya anak kampung yang memiliki mimpi besar. Anak kampung yang mencoba meneruskan pendidikannya di kota besar. Sebab pendidikan adalah hal penting dalam cara mengubah nasib seseorang.

Bisa jadi orang tua susah. Namun jika anaknya sekolah, bisa jadi hal itu yang mengubah hidup keluarganya.

Apa Arti dari nama Devi Suhartoni?
Sebelum ke arti nama, saya beritahu dulu jika Mbah Putri saya adalah orang Jawa, Trenggalek. Kata Mbah saya, arti Devi itu adalah Surga, sedangkan Suhartoni, Suge Harta Ora Banyak Bini. Yang artinya, banyak harta tidak banyak istri.

Ayah saya H Mamat Zainudi, dan ibu saya Hj Sukmawati yang kebetulan beliau adalah orang Jawa.

Apa bedanya bekerja pada Swasta dan bekerja sebagai pejabat daerah dalam hal ini Bupati?
Sebelum terjun ke dunia politik, saya pernah bekerja di perusahaan asing. Kemudian ditakdirkan Allah masuk dan terjun ke dunia politik. Dan akhirnya dipercaya untuk memimpin Muratara.

Menurut saya, jabatan yang saya emban saat ini adalah cobaan dari Allah. Karena jabatan publik adalah hal yang disorot oleh banyak mata masyarakat. Tentunya menjadi seorang pejabat lebih harus taat aturan dan tidak bisa sembarangan dalam bertindak. Seorang politisi itu saat menjabat harus siap dengan bully, harus siap dengan fitnah dan hoaks. Bukan untuk diri sendiri melainkan pada keluarga juga.

Bagaimana Anda bisa mengantisipasi adanya suap pada Anda?
Kami para pejabat ini jika menerima uang negara, itu penuh dengan aturan. Maka dari itu, aturan tersebut tidak boleh dilanggar.
Uang negara yang kami terima, haruslah menginterpensi daerah tersebut dan bermanfaat untuk rakyat.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved