Breaking News:

Promo

'Saya Minta Dosen Dihukum' Mahasiswi Blak-blakan di Mata Najwa, Putus Kuliah Usai Dilecehkan Dosen

Memberikan kesempatan kedua untuk melanjutkan pendidikan yang sempat putus karena trauma kekerasan seksual merupakan upaya perlindungan masa depan.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Yandi Triansyah
Tangkapan layar
Mendikbud RI Nadiem Makarim 

SRIPOKU.COM - Kekerasan seksual yang tak diusut dengan tuntas menyisakan beragam persoalan bagi korban.

Tak hanya trauma saja, korban kekerasan seksual juga tak jarang harus merelakan masa depan yang tengah dirajut.

Seperti halnya yang dialami oleh NA, penyintas kekerasan seksual di salah satu universitas di Jawa Timur.

"Semenjak itu naik semester dua. Saya menemukan buku berisi jadwal mengajar dosen itu di semester lima atau enam. Mulai saat itu saya takut ke kampus. Kuliah berantakan dan putus kuliah di semester empat," ujar Na seperti dikutip dari Youtube Mata Najwa, Kamis (11/11/2021).

Mengetahui kampusnya menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter, NA akhirnya memberanikan diri membuat pengakuan peristiwa tak menyenangkan itu.

Pengakuan tersebut dilakukan beberapa tahun setelah mengalami pelecehan seksual oleh dosen saat dia berada semester dua.

"Saya berani karena lihat di twitter, kampus saya viral. Saya jadi berani speak up karena tidak mungkin 'diadili' dan disalahkan masyarakat karena ada pendamping. Ada dosen mendampingi saya dan selalu ngabarin saya," lanjut NA.

Meski pengakuannya tersebut telah ramai di dunia maya hingga kini belum ada tindakan yang diambil oleh pihak kampus

Apalagi, NA tak sempat melaporkan aksi pelaku karena dia telah lebih dulu harus berhenti dari aktivitasnya sebagai mahasiswi.

"Saya minta dosen mendapatan hukuman. Saya minta itu doang. Saya belum melapor karena saya bukan mahasiswa di sana lagi. Waktu itu diminta dosen saya melapor tapi saya sudah lupa NIM saya," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved