Breaking News:

Meskipun Stok Banyak Harga Minyak Goreng Tetap Tinggi, Ternyata Ini Penyebab Harganya Mahal

Meski harga naik namun stok cukup dan banyak. Tidak ada pembatasan pembelian minyak goreng untuk harga normal.

Editor: adi kurniawan
tribunsumsel.com/hartati
Pengunjung membeli minyak goreng di salah satu supermarket di Palembang.  

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Harga minyak goreng belakangan melejit drastis beberapa bulan terakhir.

Penyebabnya karena harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit belakangan yang naik hingga lebih dari Rp 3.000 per kilo membuat harga minyak goreng ikut terkerek. 

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumarjono Saragih mengatakan secara teori harga TBS naik sehingga modal membuat minyak goreng juga ikut naik.

Namun dia juga heran saat dulu harga TBS anjlok harga minyak goreng juga tidak turun. 

"Kalau teorinya harga modal (TBS) naik jadi harga jual naik," kata Sumarjono Saragih.

Asisten Store Manager JM Lemabang Suryono mengatakan penyebab harga minyak goreng mahal karena memang dari suplayer naik sehingga harga jual juga naik. 

Meski harga naik namun stok cukup dan banyak. Tidak ada pembatasan pembelian minyak goreng untuk harga normal. Namun khusus untuk harga minyak goreng promo dibatasi pembelian nya maksimal dua buah untuk masing-masing pembeli. 

"Biasanya tiap minggu kita buat promo minyak goreng tapi khusus harga promo pembelian dibatasi maksimal dua buah per orang agar semua konsumen bisa kebagian dan tidak diborong oleh satu orang saja," ujar Suryono, Kamis (11/11/2021). 

Lusiana, salah satu ibu rumah tangga yang tengah membeli minyak goreng mengeluh kaget sebab harga minyak goreng mahal sehingga menyiasatinya dengan mengurangi konsumsi minyak goreng

Lusi mengatakan setiap hari setidaknya dia menghabiskan 0,5 kg minyak goreng untuk keperluan memasak. Meski harga minyak goreng mahal namun dia tetap membeli minyak goreng kemasan daripada minyak goreng curah karena selisih harganya sedikit. 

"Kalau untuk rumah tangga ya meski mahal tetap beli tapi bagi saudara saya yang berjualan gorengan cukup prihatin karena untung tipis sebab tidak mungkin mengurangi ukuran gorengan akan membuat pelanggan enggan membeli dan jika menggunakan minyak goreng berulang kali warna tidak akan menarik dan juga tidak sehat," kata Lusi. 

Sementara itu Store General Manager Carefour Palembang Square Ari Febriansyah mengatakan untuk minyak goreng dilakukan pembatasan pembelian.

Minyak kemasan 2 liter maksimal 3 pcs per customer, minyak 1 liter  maksimal 6 pcs per customer jika transaksi menggunakan kartu mega card (debit dan kredit).

Jika menggunakan media pembayaran lain diluar mega card tidak kita batasi sepanjang jumlah pembelian masih normal untuk penggunaan kebutuhan rumah tangga rutin (end user).

Harga minyak goreng saat ini dibandrol Rp 17-20 ribu per liter untuk kemasan refil tergantung merek dan Rp 36-40 ribu untuk kemasan 2 liter refil tergantung merek.(tnf) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved