Tanaman Ekor Naga

Budidayakan Daun Ekor Naga, Warga Pagaralam Untung Puluhan Juta. Satu Tanaman Ditawar Rp 60 Juta

Boerland (40), warga Kota Pagaralam Sumatera Selatan yang merupakan pengrajin tanaman hias jenis Mosntera Marmorata atau biasa disebut oleh masyarakat

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Wawan Septiawan
Boerland, salah satu pengrajin tanaman hias Kota Pagaralam yang saaat ini mulai meraup keuntungan dari penjualan tanaman hias miliknya, Kamis (11/11/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Boerland (40), warga Kota Pagaralam Sumatera Selatan yang merupakan pengrajin tanaman hias jenis Mosntera Marmorata atau biasa disebut oleh masyarakat awam sebagai daun ekor naga, saat ini telah berhasil membudidayakan tanaman dengan nilai ekonomis tinggi tersebut, Kamis (11/11/2021).

Awalnya, ia menekuni usaha tanaman hias sejak tahun 20119 lalu, dirinya memberanikan diri membeli tanaman hias Monstera Marmorata atau daun ekor naga tersebut dengan harga cukup mahal yaitu Rp 4.000.000 perdaun.

Namun dengan modal keyakinan karena sudah memiliki pengalaman menjadi pengrajin tanaman hias jenis bongsai dan tanaman buah-buahan dirinya mencoba membudidayakan tanaman Monster

Ia mengungkapkan, semula hanya mempunyai satu pot saja daun ekor naga jenis Monstera Marmorata yang merupakan tanaman endmi Negara Brazil tersebut.

Baca juga: Daun Ekor Naga di Pagaralam Ini Ditawar Rp 30 Juta, Sang Pemilik Masih Enggan Menjualnya

Namun saat ini sudah puluhan pot berhasil dia budidayakan dan sudah menghasilkan keuntungan puluhan juta.

Bahkan saat ini, dua pot indukan Monstera Mormorata miliknya sudah ditawar dengan harga Rp60 juta atau Rp30 juta per potnya.

Namun dirinya masih enggan menjualnya karena masih dijadikan sebagai indukan.

"Kemarin dua pot Monstera Marmorata saya ini sudah ditawar Rp 60 juta atau satu pot Rp30 juta, namun belum saya lepas karena selian harganya belum sesuai saya juga masih ingin membudidayakannya dulu sebagai indukan," ujar Boerland saat disambangi sripoku.com di Green House miliknya.

Boerland menjelaskan jika dirinya telah memiliki banyak koleksa tanaman hias impor baik dari Brazil sampai Peru. Namun jenis monstera masih menjadi incaran para pengkoleksi tanaman hias.

Baca juga: Warga Lahat Geruduk Kantor PT Dizamatra Powerindo, Pertanyakan Persoalan Klaim Tanah

"Monstera ini memang banyak jenis, ada yang disebut Monstera Marmorata, monstera epip yang telah memiliki dua warna atau Varigata," jelasnya.

Jika jenis monstera epip atau yang belum memiliki dua warna itu harganya tidak terlalu mahal dikisaran Rp500 ribu sampai Rp1 juta perdaun.

"Namun kalau sudah memiliki dua warna apalagi hijau dan kuning maka harganya mendapai puluhan juta," ungkapnya.

Diungkapnya bahwa saat ini di Pagaralam sudah banyak pengrajin tanaman hias yang telah membudidayakan tanaman Monstera Marmorata hal ini karena nilai ekonomisnya yang sangat tinggi.

"Namun sayangnya kita masih hanya mengandalkan promosi dari kita sendiri dan belum ada campur tangan pemerintah.

Padahal jika tanaman hias Pagaralam ini dipromosikan dengan baik maka bukan tidak mungkin Kota Pagaralam akan lebih dikenal oleh masyarakat luar," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved