17 Pahlawan Nasional Wanita di Indonesia Ini Sangat Penting untuk Diketahui, 9 Berasal dari Sumatra
Hari pahlawan memiliki sejarah panjang terhadap upaya mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Tepat pada tanggal 10 November, diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Untuk tahun ini, Hari Pahlawan jatuh pada hari ini Rabu (10/11/2021).
Hari pahlawan memiliki sejarah panjang terhadap upaya mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.
Hari pahlawan juga dikenal sebagai peristiwa 10 November 1945 atau peristiwa Surabaya yang mengisahkan perlawanan ‘arek-arek Suroboyo’ terhadap serangan pasukan sekutu.
Saat itu rakyat Surabaya bersama para pejuang bertempur melawan tentara Inggris.
Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959.
Keputusan tersebut ditetapkan oleh Presiden Soekarno.
Berdasarkan buku Bung Tomo, Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempor 10 November karya Abdul Waid pertempuran itu dipicu dengan sejumlah hal.
Peristiwa itu bermula setelah terjadinya kekalahan Jepang, kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berupaya keras mendesak para tentara Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia.
Berbicara tentang Pahlawan dalam kemerdekaan Republik Indonesia, tidak lengkap tanpa menyebut nama-nama pahlawan nasional yang berjuang untuk melawan penjajah baik pria maupun wanita.
Tanpa jasa mereka, mungkin tidak akan ada Indonesia seperti sekarang.
Baca juga: Perjuangan & Pengorbanan Pahlawan Luar Biasa, Ditunjukan Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
Tidak hanya laki-laki, ada banyak pahlawan perempuan yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pahlawan perempuan Indonesia yang pemberani ini datang dari seluruh penjuru tanah air.
Penasaran siapa saja? berikut daftarnya.
Berikut ini daftar pahlawan nasional wanita Indonesia yang penting untuk diketahui.
- Martha Christina Tiahahu dari Maluku
- Cut Nyak Meutia dari Aceh
- Cut Nyak Dien dari Aceh
- Raden Ajeng Kartini dari Jepara, Jawa Tengah
- Dewi Sartika dari Jawa Barat
- Rohana Kuddus dari Padang, Sumatra Barat
- Maria Walanda Maramis dari Minahasa, Sulawesi Utara
- Siti Manggopoh dari Manggopoh, Agam, Sumatra Barat
- HR. Rasuna Said dari Maninjau, Agam, Sumatra Barat
- Fatmawati Soekarno dari Bengkulu
- Nyi Ageng Serang dari Purwodadi, Jawa Tengah
- Opu Daeng Risadju dari Sulawesi Selatan
- Laksamana Malahayati dari Aceh
- Siti Hartinah dari Surakarta, Jawa Tengah
- Nyai Ahmad Dahlan dari Yogyakarta
- Ratu Nahrasiyah dari Kerajaan Samudera Pasai
- Sultanah Safiatuddin Syah dari Aceh
Baca juga: Perang Dua Kubu Berjuang Menentang Masuknya Pemerintahan Belanda, Ini Sejarah Hari Pahlawan