Breaking News:

Liputan Khusus

Sumsel Siaga Dampak La Nina, Waspada Tanda-tanda Banjir dan Longsor: Air Sungai Keruh

Masyarakat di wilayah dataran tinggi dan menengah juga harus selalu berhati-hati karena kondisi tanah di daerah tersebut labil.

Editor: Soegeng Haryadi
HANDOUT
ILUSTRASI: Banjir yang terjadi di enam Desa di Kecamatan Merapi Selatan, Lahat, Sumatera Selatan, Senin (1/11/2021) lalu. 

PALEMBANG, SRIPO -- Bulan November 2021 hingga Februari 2022 mendatang, Sumatera Selatan bakal menjadi salah satu wilayah yang terdampak La Nina. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sumsel mulai melakukan persiapan, meski hingga kini statusnya masih siaga.

Hal tersebut karena fenomena La Nina, bakal terjadi peningkatan curah hujan bersamaan dengan transisi dari musim kemaru ke musim hujan. Kondisi demikian bisa menimbulkan banjir, banjir bandang, tanah longsor serta puting beliung di Sumsel.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel telah meminta masyarakat di Provinsi Sumsel untuk mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem seiring masuk musim hujan tahun ini. "Sekarang sudah masuk musim hujan, kami meminta masyarakat agar waspada jika ada potensi cuaca ekstrem," kata Kabid Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori saat dihubungi Sripo, Kamis (4/11).

Ia menjelaskan, dibeberapa wilayah OKU seperti Kecamatan Baturaja Timur, Kecamatan Baturaja Barat, Kecamatan Semidang Aji dan Kecamatan Sosoh Buay Rayap dalam pekan ini dilanda banjir hingga banjir bandang yang disebabkan oleh curah hujan intensitas sangat lebat dengan durasi waktu cukup lama.

"Beberapa daerah kemarin terkena bencana banjir akibat hujan deras. Namun, kondisi terkini debit air di beberapa wilayah sudah mulai surut," jelas Ansori. Meski berangsur surut, namun kondisi bisa terjadi kembali dan diwaspadai.

Ia mengungkapkan, ciri-ciri banjir bandang maupun longsor sering terjadi ketika curah hujan tinggi, dengan kondisi sungai yang keruh. Atau tanda lainnya air di sungai kecil seperti tersumbat. Jika mendapati tanda seperti itu diharapkan masyarakat waspada dan menjauhi wilayah sungai dan wilayah perbukitan.

Masyarakat di wilayah dataran tinggi dan menengah juga harus selalu berhati-hati karena kondisi tanah di daerah tersebut labil. Jika ada ciri-ciri datangnya bencana alam masyarakat diimbau harus siaga.

"Masyarakat harus mengikuti peringatan atau informasi peringatan dini yang disampaikan oleh instansi terkait. Selalu waspada apabila terjadi hujan lebat dengan intensitas yang lama," ungkap Ansori.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah menyebutkan status di Sumsel masih level siaga. "Status di Sumsel masih siaga," kata Iriansyah usai Rapat Koordinasi Aktivasi Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Provinsi Sumsel, Kamis (4/11).

"Oleh karena itu kami berkoordinasi kepada stakeholder yang ada mulai dari TNI, Polri, Dinkes, Dinsos dan lain-lain untuk mempersiapkan personel dan peralatan untuk mengantisipasi kalau terjadi bencana di Sumsel," katanya menambahkan.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved