Breaking News:

Berita Musirawas

Cuaca Ekstrem, BPBD Musi Rawas Intens Monitoring Wilayah Rawan Bencana Terutama Daerah Aliran Sungai

BMKG sudah melayangkan surat guna waspada terhadap cuaca ekstrem. Musi Rawas juga diklaim sebagai daerah yang curah hujannya cukup tinggi.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Kasi Logistik Kedaruratan BPBD Musi Rawas, Eko Sepriwan 
Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Seiring intensitas curah hujan yang mulai tinggi saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan intens melakukan monitoring ke wilayah rawan bencana.
Wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan bencana banjir yang lokasinya berada di sepanjang aliran sungai menjadi skala prioritas.
"Untuk sekarang ini BPBD tetap intens melaksanakan monitoring ke wilayah rawan bencana utamanya di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) guna mengantisipasi dan memperkecil kemungkinan dampak dari bencana khususnya di wil kabupaten Musi Rawas," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Musi Rawas, Darsan melalui Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Eko Sepriwan, kepada Sripoku.com, Jumat (5/11/2021).
Selain monitoring, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan masa peralihan cuaca seperti sekarang ini.
"Apalagi wilayah Sumsel juga terdampak dari gelombang lanina. Dimana kondisi cuaca tidak menentu," katanya.
Dikatakan Eko, guna memperkuat kesiapsiagaan BPBD dan Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Musi rawas juga masih menunggu arahan dari BPBD Provinsi Sumsel dalam rangka penentuan status.
Walaupun menurutnya, BMKG sudah melayangkan surat guna waspada terhadap cuaca ekstrem.
Musi Rawas juga diklaim sebagai daerah yang curah hujannya cukup tinggi.
"Pos siaga kita siapkan di kantor BPBD Musi Rawas untuk menerima laporan kejadian bencana diwilayah Kabupaten Musi Rawas," ujarnya.
Ditambahkan, dalam antisipasi dan penanggulangan bencana pihak BPBD setempat juga sudah menyiagakan personel yang piket 24 jam.
Personel ini terdiri dari tiga regu yang piket secara bergantian.
"Juga peralatan bencana lainnya sudah kita siapkan. Seperti tenda posko, tanki suplai air bersih serta kapal cepat evakuasi," pungkasnya. 
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved