Breaking News:

WARGA Sumsel di Wilayah Ini Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Deras Berpotensi Banjir Bandang

Adapun sepuluh daerah yang diimbau waspada terjadinya banjir antara lain OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muratara, Musi Rawas, Empat Lawang, Linggau

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
Handout
Banjir bandang akibat hujan deras menerpa wilayah Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (1/11/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dari data yang dirilis Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (2/11/2021), prakiraan cuaca berbasis hujan deras di Bumi Sriwijaya masuk dalam status siaga hingga tanggal 4 November 2021 mendatang.

Hujan deras yang menerpa Sumsel diprediksi dapat menyebabkan terjadinya banjir bandang.

Adapun sepuluh daerah yang diimbau waspada terjadinya banjir yakni OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muratara, Musi Rawas, Empat Lawang, Lubuklinggau, Muara Enim, OKU Selatan dan OKU Timur.

Menyikapi imbauan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel meminta masyarakat di Provinsi Sumsel untuk mewaspadai adanya potensi cuaca esktrim seiring masuk musim hujan tahun ini.

"Sekarang sudah masuk musim hujan, kami meminta masyarakat agar waspada jika ada potensi cuaca ekstrem," kata Kabid Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori.

Ia menjelaskan, di beberapa wilayah OKU seperti Kecamatan Baturaja Timur, Kecamatan Baturaja Barat, Kecamatan Semidang Aji dan Kecamatan Sosoh Buay Rayap beberapa hari terakhir diterpa banjir bandang yang disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas sangat lebat dengan durasi waktu cukup lama.

"Beberapa daerah kemarin terkena bencana banjir akibat hujan deras. Namun, kondisi terkini debit air di beberapa wilayah sudah mulai surut," jelas Ansori.

Ia mengungkapkan, ciri-ciri banjir bandang maupun longsor sering terjadi ketika curah hujan tinggi, dengan kondisi sungai yang keruh.

Ataupun tanda lainnya air di sungai kecil seperti tersumbat.

Jika mendapati tanda seperti itu diharapkan masyarakat waspada dan menjauhi wilayah sungai dan wilayah perbukitan.

Masyarakat di wilayah dataran tinggi juga harus selalu berhati-hati karena kondisi tanah di daerah tersebut labil.

Jika ada ciri-ciri datangnya bencana alam masyarakat diimbau harus siaga.

"Masyarakat harus mengikuti peringatan atau informasi peringatan dini yang disampaikan oleh instansi terkait. Selalu waspada apabila terjadi hujan lebat dengan intensitas yang lama," ungkap Ansori.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved