Breaking News:

Sukses Gelar Turnamen Panahan se-Sumatera, Ustadz Yayan Berencana Buka Sekolah Panahan

Olahraga memanah ini membutuhkan tingkat fokus yang tinggi, jadi nggak cuman sehat fisik tapi juga mental.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pembina sekaligus pengasuh Yayasan Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Ustadz KH Mgs Ahmad Fauzan SQ (ketiga dari kiri) bersama tamu undangan melepaskan anak panahnya menandai dibukanya Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground Archery di Pondok Marogan Paradise Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang, Minggu (31/11/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sukses menggelar Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground Archery di Pondok Marogan Paradise Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (31/11/2021), pembina sekaligus pengasuh Yayasan Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Ustadz KH Mgs Ahmad Fauzan SQ mengungkapkan rencananya untuk membuka sekolah panahan.

"Ini salah satu yang dianjurkan Baginda Rasullulah. Selain berkuda, berenang, ada juga memanah. Ini olahraga melatih fisik kesehatan jasmani rohani. Insya Allah anak santri kita ajarkan kegiatan memanah ini dan juga kita akan buka sekolah memanah di pesantren ini," ungkap Ustadz KH Mgs Ahmad Fauzan SQ.

Kiai yang akrab disapa ustadz Yayan ini mengatakan nantinya bagi masyarakat yang ingin belajar ataupun latihan memanah akan disiapkan di sini busur dan anak panahnya.

Olahraga memanah ini membutuhkan tingkat fokus yang tinggi, jadi nggak cuman sehat fisik tapi juga mental.

“Untuk menghidupkan sunnah memanah, pesantren Tahfizh Kiai Marogan menggelar turnamen memanah,” kata ustadz yang akrab disapa Yayan.

Sebanyak 220 peserta pecinta olahraga memanah mengikuti Marogan Archery Tournament tingkat Sumatera yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Minggu (31/10/2021).

Peserta yang mengikuti tournamen ini tidak hanya dari kota Palembang saja melainkan dari berbagai kota di pulau Sumatera di antaranya Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau dan Medan.

“Alhamdulillah antusias peserta cukup tinggi bahkan sudah ada yang datang lebih awal dan mereka menginap di Ponpes Kiai Marogan kami memang sudah menyediakan tempat khusus peserta dari luar daerah,” kata Yayan.

Dalam turnamen ini, panitia menyiapkan piala Marogan Archery juara satu uang senilai Rp 3 juta, juara II Rp 2 juta dan juara III Rp 1 juta dan hadiah hiburan lainnya berupa kipas angin, kompor gas dan hadiah menarik lainnya. Untuk kategori lomba memanah ini sejauh 45 meter.

Selain pembukaan Marogan Archery Tournament, Ponpes Tahfizh Kiai Marogan membuka objek wisata religi yang ada di Ponpes Tahfizh Kiai Marogan. Pengunjung yang datang ke Ponpes Tahfizh Kiai Marogan membeli kuliner yang dibuat anak anak pesantren, bisa berswafoto, mencoba berbagai permainan flying fox, perahu bebek untuk menelusuri Sungai Betutu.

“Hari ini kita mulai babak baru Ponpes Tahfizh Kiai Marogan, jadi pesantren entrepreneur. Mulai dari santri sampai ustadz-ustadznya berkreativitas untuk menjadi entrepreneur,” kata cicit keturunan keempat Kiai Marogan.

Ponpes Tahfizh Kiai Marogan melakukan ground breaking peletakan batu pertama pembangunan gedung 1000 yatim.

Gedung seluas 15 x 20 meter ini akan dibangun dua lantai dengan target pembangunan selama empat bulan.

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sumsel H Herman Deru diwaliki oleh Asisten I Rosidin Hasan, Sultan Iskandar, Rektor Taman Siswa DR Azwar Agoes dan beberapa tamu undangan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved