Breaking News:

Pemosisian Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia: Pintu Masuk Jati Diri Bangsa

Tanggal 28 Oktober adalah peringatan Hari Sumpah Pemuda yang salah satu bunyi sumpah adalah pengedepanan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara,

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Dr. Houtman. M.Pd. Dosen Universitas Muhammadiyah Palembang. 

Oleh: Dr. Houtman. M.Pd.
Dosen Universitas Muhammadiyah Palembang.

Bulan Oktober adalah salah satu bulan istimewa bagi bangsa Indonesia.

Betapa tidak?
Tanggal 28 Oktober adalah peringatan Hari Sumpah Pemuda yang salah satu bunyi sumpah adalah pengedepanan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, bahasa bangsa, bahasa persatuan, sekaligus sebagai identitas nasional.

Tahun ini sudah ke-93 tahun. Usia yang sepuh untuk sebuah kemapanan berbangsa dan bernegara.

Seiring perjalanan waktu, di masa era RI 4.0 yang sudah mengarah ke society 5.0 ini, bahasa Indonesia masih terasa “biasa-biasa” saja bagi penggunanya sendiri.

Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia belum sebangga mereke yang menguasai bahasa asing.

Kesannya, semakin mahir berbahasa asing, maka makin tinggilah derajat orang tersebut.

Setidaknya makin dapat dikatakan lebih hebat dibanding orang lain. Jadi tidak heran jika masyarakat kita berbondong-bondong menempatkan istilah berbahasa asing untul pelbagai sector.

Contoh sederhana adalah dalam pemberian nama merek dagang, nama tempat usaha dan lain-lain yang sebenarnya agak menggelikan mengingat yang mampir ke pusat perbelanjaan tersebut keba-nyakan adalah orang pribumi.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved