Breaking News:

Mimbar Jumat

Dari Kota Makkah, Pesantren Hingga Tidur 309 Tahun

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
H. John Supriyanto, MA. Penulis adalah dosen Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an Al-Lathifiyyah Palembang 

Oleh : H. John Supriyanto, MA
Dosen Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an (STIQ) Al-Lathifiyyah Palembang.

Kekuatan sebuah masyarakat dan bangsa sangat tergantung dengan kekuatan para pemudanya.

Bahkan kemajuan dan harapan masa depan suatu bangsa-pun tidak dapat dilepaskan dari kualitas dan peran generasi muda.

Maka pantas saja kalau sang proklamator, Bung Karno pernah mengatakan :
“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Sejarah telah membuktikan bahwa laju sejarah bangsa Indonesia berproses karena pe-ran besar para pemuda.

Dimulai dari perjuangan panjang membebaskan bangsa dari kolonialisme dan imperialisme Eropa yang antara lain tertuang dalam “Sumpah Pemuda” 1928, mempertahankan ideologi Pancasila hingga bergerak massif meruntuhkan rezim yang dipandang tidak berpihak pada rakyat.

Pemuda merupakan organ vital dalam sebuah konstruksi sejarah bangsa.

“Syubban al-yaum rijal al-ghad”, pemuda hari ini adalah penentu arah bangsa pada hari-hari esok.

Begitulah di antara kata-kata bijak menyebutkan.

Bangsa dan masyarakat ini membutuhkan pemuda-pemuda yang kuat untuk menghadapi arus global dan tantangan masa depan yang jauh lebih berat dan sulit.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved