Breaking News:

TEREKAM 43 Detik, Oknum Kapolres Main Tendang dan Pukul Anak Buah: Kesal Tinggalkan Tugas

Diketahui, dalam video yang kini viral di media sosial itu terlihat AKBP SA melakukan pemukulan pada Brigpol SL.

Editor: Wiedarto
Kompas.com/Ahmad Dzulviqor
Tangkapan layar CCTV berdurasi 43 detik memperlihatkan insiden pemukulan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP SA terhadap Brigpol SL. Peristiwa dipicu gangguan jaringan saat zoom meeting, Brigpol SL sebagain penanggung jawab tidak ada di tempat sehingga diberi hukuman pemukulan. 

SRIPOKU.COM, NUNUKAN- Brigpol SL saat ini diperiksa Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) lantaran diduga menyebarkan video pemukulan yang dilakukan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nunukan, AKBP SA.

Diketahui, dalam video yang kini viral di media sosial itu terlihat AKBP SA melakukan pemukulan pada Brigpol SL.

Disebutkan, SL telah mengirimkan video pemukulan itu ke dua grup WhatsApp.

"Brigpol SL akan dimintai pertanggungjawaban karena menyebarkan rekaman CCTV di grup WhatsApp TIK Polda Kaltara dan grup Letting Bintara," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltara saat dihubungi, Selasa (26/10/2021).

Sebagai informasi, video rekaman CCTV berdurasi sekitar 43 detik yang menampakkan pemukulan Brigpol SL oleh Kapolres Nunukan AKBP SA mendadak viral.

Awalnya terlihat Brigpol SL yang sedang membantu ibu-ibu Bhayangkari menggeser meja yang di atasnya terdapat nasi tumpeng.

Adegan berikutnya, terlihat Brigpol SL yang tengah merogoh sakunya diduga sedang menyimpan ponselnya yang tengah berbunyi.

Tiba-tiba, Kapolres Nunukan maju dan melayangkan tendangan sekaligus pukulan ke tubuh Brigpol SL.

SL lalu terjatuh dan terlihat memegang perutnya menahan sakit. Namun, AKBP SA menendang Brigpol SL.

Budi menyebutkan, penganiayaan itu terjadi pada 21 Oktober 2021 di Aula Mapolres Nunukan.

Saat itu sedang berlangsung peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69.

"Kejadian tersebut dipicu Brigpol SL yang bertugas memasang dan mengawasi jaringan internet saat Zoom meeting acara HKGB. Yang bersangkutan meninggalkan tempat, dan sulit dihubungi saat terjadi gangguan jaringan. Saat Brigadir SL muncul di aula, Kapolres emosi dan memberikan hukuman berupa pemukulan," jelasnya.

Sedangkan AKBP SA saat ini sudah dinonaktifkan dari jabatan Kapolres Nunukan. SA juga sedang menjalani pemeriksaan di Polda Kaltara.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Setelah Pemukulan Kapolres Nunukan Viral, Korban Diperiksa Diduga Sengaja Sebarkan Video CCTV

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved