Mundur Dari Tim AHHA Pati PSG, Coach Ibnu Grahan Beberkan Alasan Kembali ke Muba United

Pasca resmi mengundurkan diri dari tim AHHA PSG Pati yang melakoni Grup C Liga 2, Coach Ibnu Grahan dikabarkan terbang ke Palembang

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
IST
Coach Ibnu Grahan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca resmi mengundurkan diri dari tim AHHA PSG Pati yang melakoni Grup C Liga 2, Coach Ibnu Grahan dikabarkan terbang ke Palembang untuk menyaksikan laga pamungkas babak penyisihan pertama Muba Babel United yang akan menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (27/10/2021) pukul 18.15.

Pria yang akrab disapa Cak Nu pada tahun 2019 melatih tim Liga 3 Muba United tak ingin namanya disebut sebagai head coach ataupun Direktur Teknik karena datang ke Palembang untuk membantu membangkitkan ntim berjuluk Laskar Ranggonang ini dari keterpurukan di dasar jurang klasemen sementara grup A. 

"Ya saya posisi di Palembang. Baru datang untuk membantu Muba United. Saya baru datang ditelpon Pak Haris (manajer tim), Pak Ichsan Sofyan (CEO), juga Pak Gede. Intinya membantu Coach Sasi Kirono, besok kan pertandingan Muba United. Semoga lebih bagus, performa meningkat, lebih bagus, hasil bagus," ungkap Ibnu Grahan kepada Sripoku.com, Selasa (26/10/2021). 

Mantan pelatih Bhayangkara FC yang masih enggan berkomentar banyak menyatakan intinya dirinya hadir untuk membantu tim yang tengah terpuruk. Pasalnya dari empat kali pertandingan sebelumnya babak penyisihan putaran pertama, tiga di antaranya kalah atas lawannya Sriwijaya FC, Semen Padang, PSMS. Poin satu-satubya dimiliki berkat bermain imbang dengan KS Tiga Naga. 

"Saya hadir untuk melihat, menganalisa dan ngasih masukan," kata pria kelahiran Surabaya 23 Juli 1967.

Ketika disinggung apa yang membuatnya tertarik bergabung kembali dengan Muba United yang tengah terpuruk ini. Sebab ia pun mundur dari jabatannya sebagai pelatih AHHA PSG Pati setelah didera dua kali kalah bersama  sang manajer Doni Setiabudi

"Hubungan historis dengan Muba. apalagi kerjasama dengan Pak Gede sudah lama dulu. Begitu juga dengan Pak Haris dan Pak Ichsan. Mudah-mudahan dengan kehadiran saya bisa menambah motivasi terutama kepada tim kepelatihan," pungkas pensiunan Dispora Surabaya

Sosok Ibnu Grahan pernah lekat dengan Persebaya Surabaya. Ketika masih jadi aktif sebagai pemain, pria kelahiran 23 Juli 1967 ini jadi bagian Bajul Ijo saat meraih trofi juara Perserikatan 1987-1988.

Bersama klub kebangaan Bonek itu pula, Ibnu Grahan juga mencetak prestasi dengan raihan gelar juara di turnamen bergengsi seperti Piala Persija pada 1988, Piala Tugu Muda Semarang 1989 dan Piala Utama 1990.

Setelah gantung sepatu, Ibnu melanjutkan kariernya dengan menjadi bagian dari tim pelatih Persebaya saat juara Divisi Satu pada 2003 dan 2006 serta Juara Liga Indonesia 2004.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved