Breaking News:

Jalur Pendakian Puncak Gunung Dempo di Pagaralam Kembali Dibuka, Tiga Hari Hanya Boleh 500 Pendaki

Jalur pendakian puncak Gunung Dempo di Pagaralam kembali dibuka setelah sempat ditutup karena adanya kejuaraan menembak

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
wawan septiawan
HOME STAY : Tampak salah satu Home Stay di kawasan Gunung Dempo Kota Pagaralam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Jalur pendakian puncak Gunung Dempo di Pagaralam kembali dibuka setelah sempat ditutup karena adanya kejuaraan menembak yang digelar di kawasan Gunung Dempo.

Pemberitahuan kembali dibukanya jalur pendakian puncak Gunung Dempo disampaikan langsung oleh pihak KPH X Dempo dan Balai Regestrasi Gunung Dempo (Brigade) Kota Pagaralam melalui surat resmi.

Meskipun jalur pendakian telah dibuka, namun pihak Brigade masih memberlakukan pembatasan jumlah pendaki yang akan muncak ke kawasan pelataran Gunung Dempo.

Hal ini terkait masih dalam massa pandemi Covid-19.

Ketua Brigade Pagaralam, Arindi, mengatakan bahwa pendakian ke puncak Gunung Dempo sudah mulai dibuka sejak 25 Oktober 2021 kemarin.

"Sudah dibuka kembali jalur pendakian ke puncak Dempo. Selain itu aktivitas perkemahan juga sudah dibolehkan kembali di kawasan kampung IV dan sekitarnya," ujarnya.

Kemarin jalur memang sempat ditutup karena ada kejuraan menambak yang digelar dikawasan Kampung IV dan Desa Janang Dempo Utara.

Hal ini agar tidak terjadi hal yang diinginkan selama ada kejuaraan tersebut.

"Saat ini kejuaraan sudah selesai maka jalur pendakian dan aktivitas camping di kampung IV sudah kita izinkan lagi," katanya.

Namun pihaknya tetap membatasi jumlah pendaki yang akan naik ke puncak Dempo yaitu hanya 500 pendaki per tiga hari.

"Jadi setiap pendaki yang akan naik akan kita data, jika masih penuh kuota dipuncak sebanyak 500 pendaki maka pendaki yang akan naik harus menunggu pendaki lain turun.

Selain itu prokes harus tetap diterapkan untuk mengantisipasi penularan Covid-19," jelasnya.

Saat ini juga aktivitas masih sepi karena tidak dalam suasana pendakian atau tidak sedang ada momen libur panjang.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved