Breaking News:

Cuaca Panas

SUHU Palembang Masih 34 Derajat, Sampai Kapan Cuaca Panas di Indonesia?

Cuaca panas masih dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu, termasuk warga Sumsel seperti kota Palembang dan sekitarnya.

Editor: Wiedarto
SRIPOKU.COM
Seorang warga melintas di atas jembatan Ampera dengan memakai payung, Minggu (1/6). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Cuaca panas masih dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu, termasuk warga Sumsel seperti kota Palembang dan sekitarnya.

Dilansir dari laman resmi BMKG terhadap suhu di wilayah Indonesia pada 23 Oktober 2021, sebagian besar wilayah Indonesia terpantau memiliki suhu mencapai 34 derajat. Sedangkan sejumlah wilayah mencapai suhu 35 derajat hingga 36 derajat.

Dua wilayah dengan suhu maksimum tertinggi ialah Surabaya dan sekitarnya. Melalui pantauan Stasiun Meteorologi Perak I dan Maritim Tanjung Perak, suhu terpantau mencapai 37,5 dan 37,9 derajat. Berdasarkan data resmi, berikut daerah yang terpantau mengalami suhu di atas 35 derajat celcius pada 22-23 Oktober 2021:

* Stasiun Meteorologi Perak I (37,9 derajat celcius)
* Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak (37,5 derajat celcius) * Stasiun Meteorologi Gewayantana (36,6 derajat celcius)
* Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Kaharuddin (36,4 derajat celcius) * Stasiun Meteorologi Fransiskus Xaverius Seda (36,2 derajat celcius) * Stasiun Klimatologi Kupang (35,6 derajat celcius)
* Stasiun Geofisika Kendari (35 derajat celcius)
* Stasiun Meteorologi Juanda (34,5 derajat celcius)

Penyebab suhu panas di Indonesia Kepala Bidang Diserminasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko membenarkan bahwa suhu tertinggi siang hari mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Dihubungi Kompas.com pada Senin (18/10/2021), sedikitnya ada 2 penyebab suhu panas menjelang musim penghujan tiba di Indonesia.

1. Posisi matahari di atas Pulau Jawa, Bali, dan NTT

Hary menjelaskan, setidaknya suhu maksimum yang meningkat dapat disebabkan beberapa hal. Salah satunya, pada Oktober, kedudukan semua gerak matahari tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, dalam perjalanannya menuju posisi 23 derajat lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi dua kali, yaitu di bulan September atau Oktober dan Februari atau Maret.

“Sehingga puncak suhu maksimum terasa di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi di seputar bulan-bulan tersebut,” papar Hary.

Cuaca cerah, lanjut dia, juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan.

2. Siklon tropis

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved