Breaking News:

Segera Evaluasi Program Vaksinasi Remaja Seiring PTM Terbatas telah Berjalan Hampir Dua Bulan

Berdasarkan data situs coronasumsel.go.id, pada 22 Oktober 2022 lalu vaksinasi dosis pertama untuk remaja 29.775 orang, sedangkan dosis kedua 22.775.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: adi kurniawan
sripoku.com
Vaksinasi anak di RSMH (Sripo) 

SRIPOKU.COM — Dinas Kesehatan provinsi Sumsel segera akan melakukan evaluasi program vaksinasi untuk kalangan remaja yang telah berjalan sejak beberapa bulan lalu.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Yusri, mengatakan, evaluasi dilakukan agar sesuai dengan target kekebalan kelompok (herd immunity) di awal 2022. 

"Kita akan evaluasi, yang jelas sekarang cakupan vaksinasi kita secara provinsi masih di bawah 70 persen," kata Yusri, Sabtu (23/10/2021).

Berdasarkan data situs coronasumsel.go.id, pada 22 Oktober 2022 lalu vaksinasi dosis pertama untuk remaja 29.775 orang, sedangkan dosis kedua 22.775 orang.

Hingga kini capaian program vaksinasi yang menggembirakan datang dari kota Palembang.

Walikota Palembang, Harnojoyo, pada Selasa (19/10/2021) lalu menyebut, dari target 192 ribu sasaran telah 86 persen remaja yang di Palembang yang divaksin.

Sementara dari 16 kabupaten/kota lainnya di Sumsel masih terus menggencarkan program vaksinasi ini.

Terlebih, saat ini hampir semua sekolah negeri dan swasta di Sumsel telah menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM).

Terkait permintaan wali siswa tentang penambahan jam pelajaran di sekolah selama pandemi masih belum bisa dipenuhi.

Hal ini karena menurut Yusri, saat ini di Indonesia, khususnya Sumsel memang kasus Covid-19 menurun namun di beberapa negara kasus meningkat sehingga kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan.

Meski demikian, pemberlakuan kembali aktivitas belajar dan mengajar di sekolah di Palembang dan beberapa daerah lainnya di Sumsel telah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang level PPKM yang memperbolehkan kegiatan pendidikan di sekolah selama pagebluk.

"Kita sabar dulu melihat perkembangan ke depan agar lonjakan kasus bisa kita cegah," jelas Yusri.

Selama menjalani PTM terbatas, siswa, guru dan tenaga pendidik lainnya diimbau untuk maksimal menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

"Jangan lengah terhada potensi penularan dan selalu patuh pada protokol kesehatan di mana pun dalam aktivitas keseharian," ujar Yusri.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved