Breaking News:

Dinkes Palembang Pastikan Ketersediaan Vaksin Aman dan Bisa Mengakomodir Permintaan dari Masyarakat.

Dinas Kesehatan Kota Palembang memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 di kota ini masih aman dan dapat mengakomodir permintaan dari masyarakat.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Humas Kota Wisata PTBA
Tampak salah satu warga yang mengikuti vaksinasi gratis yang dilakukan oleh PT BA, Jumat (22/10/2021). 

SRIPOKU.COM — Dinas Kesehatan atau Dinkes Palembang memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 di kota ini masih aman dan dapat mengakomodir permintaan dari masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty, kepastian stok vaksin ini karena stok vaksin dapat dipantau melalui aplikasi yang ada di setiap titik kegiatan vaksinasi, sehingga bila stok vaksin habis bisa akan langsung dikirim kembali vaksin oleh pemerintah pusat.

"Lewat aplikasi SMILE ini bisa dilihat kekurangan vaksin, kalau sudah habis bisa langsung di drop dari pusat," katanya, Sabtu (23/10/2021).

Demi mempercepat vaksinasi bagi masyarakat, Dinkes Palembang dan pemerintah kota Palembang memaksimalkan peran pemerintah kecamatan.

Tak hanya itu, percepatan vaksinasi juga dengan melibatkan petugas dari TN/Polri.

“Sekarang untuk mencapai ini kita terus berupaya untuk melakukan vaksinasi setiap hari dengan TNI, Polri, dan juga seluruh camat setiap hari kita lakukan vaksinasi dan juga termasuk di sekolah,” jelas Fenty.

Dia menyebutkan, hingga kini vaksinasi mencapai di kota Palembang sebenarnya sudah 58 persen. Namun, terjadi perbedaan data di sistem Dinas Kesehatan yang baru tercatat di angka 51,9 persen.

"Target kami sebetulnya sampai 70 persen sehingga mencapai herd immunity kita merencanakan akhir Oktober namun kita terus berupaya,” ujarnya.

Fenty mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap prediksi ancaman gelombang ketiga peningkatan kasus Covid-19 karena antibodi yang sudah mulai menurun.

Perlu diketahui, penurunan kekebalan tubuh tersebut karena sebagian masyarakat telah divaksin pada awal tahun lalu, sementara vaksin hanya mampu bertahan selama enam bulan saja.

"Jangan sampai sudah vaksin malah jadi euforia dan merasa aman. Masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan," jelas Fenty.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved